Bapak Anak Meninggal Diduga SARS

Seorang anak lagi dari keluarga itu hingga kini masih dirawat di Ruang ICU Rumah Sakit Siloam Gleneagles, Tangerang, Banten. Pihak rumah sakit dan keluarga membantah mereka terkena SARS ataupun flu burung.

oleh Liputan6Diterbitkan 13 Juli 2005, 20:26 WIB
Liputan6.com, Tangerang: Iwan Siswara dan Talita anaknya meninggal dunia. Sedangkan Sabrina Aisyah, seorang anaknya lagi masih dirawat di Ruang Intensive Care Unit Rumah Sakit Siloam Gleneagles, Lippo Karawaci, Tangerang, Banten. Diduga, mereka terkena infeksi sindrom saluran pernapasan akut parah (SARS) ataupun flu burung. Namun, pihak rumah sakit membantah mereka terkena penyakit tersebut. Meski belum ada hasil dari pemeriksaan darah, pihak rumah sakit menyatakan Iwan dan kedua anaknya terkena pneumonia atau radang paru-paru.

"Sekali lagi bahwa berita-berita itu tidak benar. Di rumah sakit kami ini tidak ada yang meninggal karena SARS atau flu burung. Jadi, tolong mohon dikoreksi," kata dokter Anastina Tahjo dari Rumah Sakit Siloam Gleneagles di Tangerang, Rabu (13/7).

Bantahan juga datang dari pihak keluarga. Di rumah duka di Vila Melati Mas, Blok SR 14, Nomor 7, Serpong, Tangerang, Dedi Hawadi, paman Iwan menepis kabar kematian beberapa anggota keluarga ini karena SARS atau flu burung. Diduga, kedua penyakit itu didapat Iwan saat bertugas ke luar negeri. Pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ini terakhir kali ke luar negeri beberapa bulan silam. Di Kantor BPK, karyawan diminta untuk segera melapor ke klinik jika mengalami demam, pusing, dan sesak napas seperti yang pernah dialami Iwan.

Dokter Chusnul Hidayati dari Poliklinik BPK juga membantah penyakit yang menyerang Iwan dan dua anaknya adalah SARS. "Sudah menyatakan..., Aisyah, Talita maupun Iwan negatif," kata Chusnul. Begitu pula HIV (Human Immunodeficiency Virus), AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome), dan hepatitis. Tanda-tanda flu burung juga tidak ada.

Menurut Chusnul, Iwan masuk ruang ICU biasa pada Kamis pekan silam bersama anaknya Talita. Kemudian kondisi lelaki itu terus menurun, sehingga dipindahkan ke ruang ICU yang terisolasi. "Itu sampai meninggal," ungkap Chusnul.(AWD/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya