BBM Masih Sulit Dibeli

Krisis bahan bakar minyak masih terjadi di sejumlah daerah di Tanah Air, bahkan meluas. Sejumlah pom bensin di Jawa Barat, Jambi, dan Pulau Lombok, Nusatenggara Barat, kesulitan mendapatkan stok BBM.

oleh Liputan6Diterbitkan 06 Juli 2005, 02:04 WIB
Liputan6.com, Bandung: Kelangkaan bahan bakar minyak masih terjadi di sejumlah daerah hingga Selasa (5/7). Di Jawa Barat, krisis BBM meluas dari Bandung hingga Purwakarta. Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum di Kota Jambi, Jambi, dan Pulau Lombok, Nusatenggara Barat, juga kehabisan stok.

Di Kota Bandung, Jabar, pasokan BBM ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum berkurang hingga sebagian pom bensin membatasi penjualan premium maksimal 25 liter untuk setiap kendaraan. Langkah ini diambil agar penjualan premium ke konsumen merata.

Pasokan premium ke sejumlah stasiun bahan bakar di Kuningan, Jabar, juga tersendat sejak sepekan terakhir. Antrean panjang kendaraan tampak di pom bensin yang masih mempunyai stok. Warga rela menunggu meski mobil tangki belum selesai membongkar premium di SPBU.

Warga Kota Cianjur juga kesulitan mendapatkan premium dan solar. Pengelola pom bensin mengatakan, pasokan Pertamina dari Depo Padalarang seret hingga penjualan premium dan solar pun dibatasi. Warga yang tidak mendapat jatah BBM terpaksa membeli ke pengecer dengan harga Rp 200 hingga Rp 400 lebih mahal dari harga normal.

Sudah tiga hari ini, premium sulit ditemukan di Kabupaten Purwakarta. Antrean panjang tampak di sejumlah pom bensin yang terdapat di pusat kota. Menurut para pengelola pom bensin, Pertamina mengurangi jatah hingga 50 persen sehingga premium pun dengan cepat terjual.

Kondisi tak jauh beda terjadi di Sukabumi. Antrean pembeli di sejumlah SPBU telah terjadi sejak dua pekan silam. Bahkan, hari ini, sejumlah warga terpaksa memakai kantong plastik untuk menghindari penumpukan kendaraan di pom bensin. Kebanyakan dari mereka adalah pemilik sepeda motor atau tukang ojek yang hanya membutuhkan tiga atau empat liter bensin untuk sepeda motor mereka [baca: Krisis Premium Belum Berakhir].

Krisis solar dan premium di Jambi makin luas. Sebelumnya, hanya empat kabupaten yang kesulitan mendapatkan dua jenis BBM itu. Kini, kelangkaan BBM sudah terjadi di sembilan kabupaten. Antrean panjang pun terjadi di setiap SPBU yang masih memiliki stok BBM.

BBM kembali sulit dicari setelah sempat stabil sekitar dua pekan silam. Pihak Depo Pertamina Ampenan tetap membantah terjadi kelangkaan minyak. Mereka beralasan, para pemilik pom bensin sulit mendapatkan BBM karena terlambat membayar delivery order mereka.(TNA/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya