Menjelang KTT G8, Demonstrasi Marak di Dunia

Di Kota Roma, Italia, anak-anak dan para aktivis LSM setempat membungkus patung Kaisar Marcus Aurelius dengan spanduk bertuliskan: Stop Kemiskinan. Warga Kenya menutup sebuah atap gedung dengan kain putih.

oleh Liputan6Diterbitkan 02 Juli 2005, 08:10 WIB
Liputan6.com, Roma: Menjelang digelarnya pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi Kelompok Delapan Negara Industri Maju (G8), unjuk rasa besar-besaran dilakukan di sejumlah negara. Demonstrasi berlangsung bertepatan dengan agenda utama pertemuan tersebut yang akan mengangkat upaya memerangi kemiskinan global. KTT G8 bakal berlangsung di Gleneagles, Skotlandia pada 6-8 Juli mendatang.

Di Kota Roma, Italia, anak-anak dan para aktivis lembaga swadaya masyarakat setempat berunjuk rasa. Aksi mereka dipusatkan di lapangan Campidoglio. Di sana, pengunjuk rasa membungkus patung Kaisar Romawi Marcus Aurelius dengan spanduk bertuliskan: &quotStop Kemiskinan&quot. Massa menyerukan kepada para pemimpin dunia yang tergabung dalam G8 untuk menghapuskan utang negara-negara Afrika dan memberikan bantuan bagi para warga benua hitam itu.

Sementara di Nairobi, warga Kenya menutup atap Gedung Kenyatta International Conference Centre dengan kain putih. Kain itu menunjukkan tanda solidaritas terhadap kampanye untuk &quotmenjadikan kemiskinan sebagai sejarah&quot. Apalagi, Kenya tidak termasuk dalam 18 negara yang akan menerima penghapusan utang oleh G8.

Di India, warga New Delhi menggelar aksi jalan kaki sambil mengenakan pita putih di lengan yang menyimbolkan kampanye antikemiskinan. Sambil meneriakkan slogan kampanye antikemiskinan, yaitu &quottepati janjimu", massa menuntut negara-negara maju yang tergabung dalam G8 untuk menghapus seluruh utang negara-negara miskin. Termasuk meningkatkan bantuan bagi negara berkembang.

Unjuk rasa serupa berlangsung di Paris, Prancis. Demonstrasi di sana tampak meriah. Sejumlah penari dan pemain drum beraksi di depan Menara Eiffel. Pengunjuk rasa tampak membentangkan sejumlah spanduk. Mereka meneriakkan tuntutan penghapusan utang negara berkembang dengan mengusung replika bola dunia yang terbelah dua.(AIS/Idr)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya