Liputan6.com, Jakarta: Kondisi bayi kembar siam Nurlela--nantinya akan diberi nama Mia dan Nia--pascaoperasi pemisahan mulai baik. Kini, bayi kembar yang lebih dikenal dengan sebutan Nurlela I dan II ini sudah mulai mendapatkan nutrisi sebanyak 30 mililiter per hari. Kendati begitu, mereka belum melewati masa kritis. Demikian hasil pantauan SCTV di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, Rabu (15/6).
Menurut dr Soedjatmiko, anggota tim dokter RSCM, jika melihat perkembangannya, bayi Nurlela I lebih aktif ketimbang saudara kembarnya. Tangan bayi ini bergerak simetris serta pergerakan mulut dan matanya lebih lama ketimbang Selasa silam. Pada bayi ini juga diusahakan untuk mengurangi ketergantungan terhadap alat bantu pernapasan. Sedangkan bayi Nurlela II diperlukan perawatan lebih intensif akibat kelainan jantung bawaan [baca: Kondisi Kembar Siam Mia-Nia Masih Kritis].
Rabu kemarin, orang tua kedua bayi kembar siam ini sudah diperbolehkan melihat secara langsung kondisi anak mereka. Muladi dan Nurlela optimistis anak mereka segera sembuh. Mereka berharap keduanya tumbuh menjadi anak yang sehat dan normal.(ORS/Nova Rini dan Erwin Arif)
Menurut dr Soedjatmiko, anggota tim dokter RSCM, jika melihat perkembangannya, bayi Nurlela I lebih aktif ketimbang saudara kembarnya. Tangan bayi ini bergerak simetris serta pergerakan mulut dan matanya lebih lama ketimbang Selasa silam. Pada bayi ini juga diusahakan untuk mengurangi ketergantungan terhadap alat bantu pernapasan. Sedangkan bayi Nurlela II diperlukan perawatan lebih intensif akibat kelainan jantung bawaan [baca: Kondisi Kembar Siam Mia-Nia Masih Kritis].
Rabu kemarin, orang tua kedua bayi kembar siam ini sudah diperbolehkan melihat secara langsung kondisi anak mereka. Muladi dan Nurlela optimistis anak mereka segera sembuh. Mereka berharap keduanya tumbuh menjadi anak yang sehat dan normal.(ORS/Nova Rini dan Erwin Arif)