Liputan6.com, Purwakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bertekad memberantas kemiskinan agar kasus-kasus yang menyusahkan masyarakat seperti busung lapar tak terjadi lagi. Pejabat di daerah juga diminta memperhatikan keadaan rakyat masing-masing. Busung lapar dianggap dampak terburuk krisis ekonomi berkepanjangan sejak 1997. Tekad itu dilontarkan saat SBY mencanangkan Program Revitalisasi Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (11/6).
Menandai dimulainya program revitalisasi, Presiden menerima cetak biru dari Menteri Koordinator Perekonomian Aburizal Bakrie. Program itu menjadi tanggung jawab Departemen Pertanian, Departemen Kelautan dan Perikanan, Departemen Kehutanan, dan Kementerian Koordinator Perekonomian. Pelaksanaannya terarah pada empat fokus, yaitu ketahanan pangan, kesempatan usaha baru dan sumber pertumbuhan, promosi ekspor, dan pengembangan produk baru. Presiden juga menyerahkan bantuan kepada petani dan nelayan serta beasiswa untuk pelajar berprestasi.
Kedatangan Presiden SBY ke Jatiluhur sebelumnya diwarnai unjuk rasa. Puluhan mahasiswa berusaha menghadang iring-iringan rombongan Presiden. Usaha mereka gagal karena rombongan dibarikade aparat dari kepolisian resor setempat dan Komando Distrik Militer Purwakarta. Mahasiswa yang berorasi pun dihalau.
Sedianya, mahasiswa akan menyampaikan tuntutan di hadapan Presiden, soal pembangunan Tol Cipularang yang dinilai mematikan usaha makanan kecil di kawasan Purwakarta. Mereka juga meminta pemerintah berhenti melakukan kapitalisme global karena menyengsarakan rakyat. Karena gagal berorasi satu demi satu mahasiswa akhirnya membubarkan diri setelah acara Presiden berakhir.(KEN/Tim Liputan 6 SCTV)
Menandai dimulainya program revitalisasi, Presiden menerima cetak biru dari Menteri Koordinator Perekonomian Aburizal Bakrie. Program itu menjadi tanggung jawab Departemen Pertanian, Departemen Kelautan dan Perikanan, Departemen Kehutanan, dan Kementerian Koordinator Perekonomian. Pelaksanaannya terarah pada empat fokus, yaitu ketahanan pangan, kesempatan usaha baru dan sumber pertumbuhan, promosi ekspor, dan pengembangan produk baru. Presiden juga menyerahkan bantuan kepada petani dan nelayan serta beasiswa untuk pelajar berprestasi.
Kedatangan Presiden SBY ke Jatiluhur sebelumnya diwarnai unjuk rasa. Puluhan mahasiswa berusaha menghadang iring-iringan rombongan Presiden. Usaha mereka gagal karena rombongan dibarikade aparat dari kepolisian resor setempat dan Komando Distrik Militer Purwakarta. Mahasiswa yang berorasi pun dihalau.
Sedianya, mahasiswa akan menyampaikan tuntutan di hadapan Presiden, soal pembangunan Tol Cipularang yang dinilai mematikan usaha makanan kecil di kawasan Purwakarta. Mereka juga meminta pemerintah berhenti melakukan kapitalisme global karena menyengsarakan rakyat. Karena gagal berorasi satu demi satu mahasiswa akhirnya membubarkan diri setelah acara Presiden berakhir.(KEN/Tim Liputan 6 SCTV)