Liputan6.com, Addis Ababa: Ratusan warga Etiopia menggelar unjuk rasa di Addis Ababa, Rabu (8/6). Mereka menentang partai berkuasa yang dituduh melakukan suap saat pemilihan umum. Dalam unjuk rasa ini, polisi menembak 22 demonstran hingga tewas. Sedangkan ratusan warga cedera karena tertembak di bagian kaki, dada, lengan, dan punggung.
Insiden terjadi saat pengunjuk rasa melempari polisi dengan batu. Mendapat serangan ini, polisi langsung menghujani rentetan tembakan ke arah para demonstran. Tak heran, serangan balasan ini akhirnya menelan korban jiwa dan luka-luka.
Pihak pemerintah setempat berdalih, aparat keamanan melepaskan tembakan sebagai upaya memulihkan ketertiban. Mereka juga menuduh koalisi untuk persatuan dan demokrasi yang beroposisi kepada pemerintah berada di balik aksi unjukrasa itu. Tapi, seorang pemimpin koalisi membantah tuduhan itu.
Di Guangxi, Cina selatan, banjir berlanjut hingga lebih dari sepekan akibat guyuran hujan deras. Tinggi permukaan air meningkat menjadi tiga meter dalam sembilan jam. Banjir yang disertai tanah longsor itu mengakibatkan kekacauan jalur transportasi [baca: Cina Selatan Direndam Banjir].
Belasan pengikut ajaran Falun Gong di Malaysia berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar Cina di Kuala Lumpur. Para pengunjuk rasa menentang penutupan cabang ajaran ini. Mereka menuding penutupan itu dipengaruhi pemerintah Cina yang menganggap Falun Gong sebagai sekte terlarang. Aksi berlangsung di bawah penjagaan ketat polisi [baca: Falun Gong, Antara Kesehatan dan Aliran Sesat].
Dua warga sipil tewas akibat ledakan bom mobil di luar sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Baquba, Irak. Sementara itu, seorang pelajar tewas karena terjebak di tengah kontak senjata antara polisi dan pria bersenjata di Kota Baghdad. Empat polisi dan dua warga sipil juga terluka dalam kontak senjata ini.
Kantor berita Associated Press Television News (APTN) mendapatkan sebuah video amatir yang merekam serangan roket panggul gerilyawan Taliban terhadap pasukan Amerika Serikat di Kabul, Afghanistan. Militer AS mengkonfirmasi ada serangan roket sejenis terhadap pasukan mereka pada 1 Juni silam. Namun, insiden ini tak menelan korban.(DNP/Uri)
Insiden terjadi saat pengunjuk rasa melempari polisi dengan batu. Mendapat serangan ini, polisi langsung menghujani rentetan tembakan ke arah para demonstran. Tak heran, serangan balasan ini akhirnya menelan korban jiwa dan luka-luka.
Pihak pemerintah setempat berdalih, aparat keamanan melepaskan tembakan sebagai upaya memulihkan ketertiban. Mereka juga menuduh koalisi untuk persatuan dan demokrasi yang beroposisi kepada pemerintah berada di balik aksi unjukrasa itu. Tapi, seorang pemimpin koalisi membantah tuduhan itu.
Di Guangxi, Cina selatan, banjir berlanjut hingga lebih dari sepekan akibat guyuran hujan deras. Tinggi permukaan air meningkat menjadi tiga meter dalam sembilan jam. Banjir yang disertai tanah longsor itu mengakibatkan kekacauan jalur transportasi [baca: Cina Selatan Direndam Banjir].
Belasan pengikut ajaran Falun Gong di Malaysia berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar Cina di Kuala Lumpur. Para pengunjuk rasa menentang penutupan cabang ajaran ini. Mereka menuding penutupan itu dipengaruhi pemerintah Cina yang menganggap Falun Gong sebagai sekte terlarang. Aksi berlangsung di bawah penjagaan ketat polisi [baca: Falun Gong, Antara Kesehatan dan Aliran Sesat].
Dua warga sipil tewas akibat ledakan bom mobil di luar sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Baquba, Irak. Sementara itu, seorang pelajar tewas karena terjebak di tengah kontak senjata antara polisi dan pria bersenjata di Kota Baghdad. Empat polisi dan dua warga sipil juga terluka dalam kontak senjata ini.
Kantor berita Associated Press Television News (APTN) mendapatkan sebuah video amatir yang merekam serangan roket panggul gerilyawan Taliban terhadap pasukan Amerika Serikat di Kabul, Afghanistan. Militer AS mengkonfirmasi ada serangan roket sejenis terhadap pasukan mereka pada 1 Juni silam. Namun, insiden ini tak menelan korban.(DNP/Uri)