Dua Petualang Gagal Menyeberangi Kutub Utara

Batalnya usaha dua warga negara AS itu karena rute perjalanan yang akan ditempuh diterpa badai salju dan angin kencang. Dupre dan Larsen sulit mencapai titik sasaran karena terus-menerus bergeser dari jalur.

oleh Liputan6Diterbitkan 06 Juni 2005, 07:34 WIB
Liputan6.com, Moskow: Lonnie Dupre dan Eric Larsen batal menyeberangi Kutub Utara atau Arctic. Batalnya usaha dua warga negara Amerika Serikat itu karena rute perjalanan yang akan ditempuh diterpa badai salju dan angin kencang. Akibatnya mereka sulit mencapai tempat yang telah ditentukan karena terus-menerus bergeser dari jalur. Dupre dan Larsen lalu dibawa dengan helikopter ke Kota Moskow, Rusia, Ahad (5/6), setelah melintasi lautan kutub selama 23 hari.

Perjalanan dua petualang tadi sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan bahaya pemanasan global di Kutub Utara. Keduanya meninggalkan Tanjung Arctichesky di Siberia 10 Mei silam dan akan menempuh jarak 1.900 kilometer dalam waktu 100 hari [baca: Perjalanan Maut ke Kutub Utara]. Sayang, upaya yang menjadi bagian dari kampanye Organisasi Pencinta Lingkungan Internasional, Greenpeace, ini harus dibatalkan karena adanya badai salju.

Upaya melintasi Kutub Utara telah berulang kali dilakukan dengan menggunakan papan ski dan kereta luncur es yang dihela anjing. Namun Dupre dan Larsen ingin melakukannya saat musim panas. Pada musim ini lautan Kutub Utara diselubungi kabut tebal dengan suhu yang tak terlalu dingin. Hanya, bahaya yang menghadang juga lebih banyak ketimbang saat musim dingin karena mencairnya es dapat menyebabkan munculnya genangan air di antara bongkahan es tersebut.(DEN/Yes)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya