Liputan6.com, Jakarta: Mahalnya biaya perawatan dan perbaikan sepeda motor besar ternyata dapat menjadi peluang bisnis menggiurkan. Sebagai contoh, untuk pemeriksaan mesin saja diperlukan biaya minimal Rp 300 ribu. Apalagi, ditambah dengan berbagai aksesori yang bisa mencapai puluhan juta rupiah. Kondisi itulah yang mengilhami Ferry Yusli, seorang penggemar sepeda motor gede, mengawali bisnis bengkelnya di Jakarta.
Menurut Ferry, baru-baru ini, bisnis bengkel sepeda motor gedenya berawal dari kegemarannya mengutak-atik mesin sepeda motornya sendiri. Pada 1989, ia memutuskan untuk membuka bengkel. Setelah berkembang, bengkelnya merambah ke penjualan berbagai aksesori serta melayani juga jual beli. Soal keuntungan, Ferry mengaku, bisa meraup sekitar 20 persen dari hasil penjualan. Sedangkan total perputaran uang di bengkelnya per bulan dapat mencapai Rp 200 juta.
Sekalipun bengkel motor besar kini mulai tumbuh, Ferry mengaku tak begitu khawatir. Soalnya, ia yakin perawatan sepeda motor besar memiliki kekhususan dan tidak dapat dilakukan secara sembarangan.(ORS/Nastiti Lestari dan Satya Pandia)
Menurut Ferry, baru-baru ini, bisnis bengkel sepeda motor gedenya berawal dari kegemarannya mengutak-atik mesin sepeda motornya sendiri. Pada 1989, ia memutuskan untuk membuka bengkel. Setelah berkembang, bengkelnya merambah ke penjualan berbagai aksesori serta melayani juga jual beli. Soal keuntungan, Ferry mengaku, bisa meraup sekitar 20 persen dari hasil penjualan. Sedangkan total perputaran uang di bengkelnya per bulan dapat mencapai Rp 200 juta.
Sekalipun bengkel motor besar kini mulai tumbuh, Ferry mengaku tak begitu khawatir. Soalnya, ia yakin perawatan sepeda motor besar memiliki kekhususan dan tidak dapat dilakukan secara sembarangan.(ORS/Nastiti Lestari dan Satya Pandia)