Liputan6.com, Poso: Polri kini tengah memburu dua orang tersangka pelaku bom Tentena. Identitas keduanya sudah diketahui. Demikian dijelaskan Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Brigadir Jenderal Polisi Haryanto Sutadi di Markas Kepolisian Resor Poso, Senin (30/5) malam.
Haryanto bersama sejumlah petinggi Polda Sulteng dan Kepala Polres Poso Ajun Komisaris Besar Polisi Sholeh Hidayat mengadakan konsolidasi penanganan Kasus Bom Tentena. Haryanto mengatakan, identitas kedua pelaku diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan sejumlah saksi di lokasi kejadian. Kapolda tak merinci identitas kedua tersangka. Hanya, Haryanto memperkirakan pelaku saat ini masih berada di wilayah Sulteng. Tim penyelidik kini berupaya membatasi ruang gerak pelaku untuk menangkap secepatnya.
Hingga saat ini korban luka masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah dan Pusat Kesehatan Masyarakat Tentena. Seluruhnya berjumlah 74 orang. Sebelas di antaranya dalam kondisi kritis. Umumnya mereka mengalami luka di bagian dada dan kepala akibat serpihan bom. Mereka berada dekat pusat ledakan saat bom meledak [baca: Seorang Korban Tewas Bom Tentena Diduga Pelaku].
Untuk menangani para korban, pihak RSUD dan Puskesmas Tentena mendapat bantuan medis berupa obat-obatan dan tenaga medis dari Dinas Kesehatan setempat. Bantuan juga datang dari Palu dan Makassar, Sulawesi Selatan. Terdapat pula tenaga ahli bedah sukarela dari Bulan Sabit Merah.
Di tempat kejadian perkara, tim gabungan dari TNI dan Polri menjaga ketat lokasi bekas ledakan. Mereka membatasi warga yang hendak mendekati atau melihat pusat ledakan. Aparat keamanan lainnya berpatroli ke seluruh pelosok Kota Tentena.
Ketatnya pengamanan itu tak mempengaruhi aktivitas warga sekitar. Meski masih mengkhawatirkan ada pengeboman susulan, para pedagang di Pasar Tentena mulai kembali menggelar dagangannya. Mereka mengaku tak memiliki pilihan lain karena hanya dengan berjualan dapat memenuhi kebutuhan hidup.(DEN/Tim Liputan 6 SCTV)
Haryanto bersama sejumlah petinggi Polda Sulteng dan Kepala Polres Poso Ajun Komisaris Besar Polisi Sholeh Hidayat mengadakan konsolidasi penanganan Kasus Bom Tentena. Haryanto mengatakan, identitas kedua pelaku diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan sejumlah saksi di lokasi kejadian. Kapolda tak merinci identitas kedua tersangka. Hanya, Haryanto memperkirakan pelaku saat ini masih berada di wilayah Sulteng. Tim penyelidik kini berupaya membatasi ruang gerak pelaku untuk menangkap secepatnya.
Hingga saat ini korban luka masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah dan Pusat Kesehatan Masyarakat Tentena. Seluruhnya berjumlah 74 orang. Sebelas di antaranya dalam kondisi kritis. Umumnya mereka mengalami luka di bagian dada dan kepala akibat serpihan bom. Mereka berada dekat pusat ledakan saat bom meledak [baca: Seorang Korban Tewas Bom Tentena Diduga Pelaku].
Untuk menangani para korban, pihak RSUD dan Puskesmas Tentena mendapat bantuan medis berupa obat-obatan dan tenaga medis dari Dinas Kesehatan setempat. Bantuan juga datang dari Palu dan Makassar, Sulawesi Selatan. Terdapat pula tenaga ahli bedah sukarela dari Bulan Sabit Merah.
Di tempat kejadian perkara, tim gabungan dari TNI dan Polri menjaga ketat lokasi bekas ledakan. Mereka membatasi warga yang hendak mendekati atau melihat pusat ledakan. Aparat keamanan lainnya berpatroli ke seluruh pelosok Kota Tentena.
Ketatnya pengamanan itu tak mempengaruhi aktivitas warga sekitar. Meski masih mengkhawatirkan ada pengeboman susulan, para pedagang di Pasar Tentena mulai kembali menggelar dagangannya. Mereka mengaku tak memiliki pilihan lain karena hanya dengan berjualan dapat memenuhi kebutuhan hidup.(DEN/Tim Liputan 6 SCTV)