Liputan6.com, Jakarta: Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan Soeripto digantikan oleh Harsono Subianto, mantan Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Dephut. Serah terima jabatan tersebut berlangsung di Ruang Rimbawan, Gedung Manggala Wanabhakti, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (27/3) sore.
Rumor penggantian Soeripto sudah santer diberitakan sejak penggantian jabatan Menteri Kehutanan dari Nurmahmudi Ismail kepada Marzuki Usman, beberapa hari silam. Soeripto yang pernah dituding oleh Presiden Abdurrahman Wahid terlibat dalam perkara makar itu mengaku baru mengetahui pergantian dirinya tiga jam sebelum acara serah terima jabatan. Ia juga merasa alasan penggantian itu aneh. Mengenai perkara makar, Soeripto bertekad akan meneruskan upaya hukum untuk mengklarifikasi tuduhan itu.
Sementara itu, Menhut Marzuki Usman berkilah bahwa penggantian itu disebabkan faktor usia Soeripto yang sudah di atas 60 tahun sehingga tidak bisa lagi menjabat. Pergantian itu juga tidak terkait dengan beberapa tuduhan yang dialamatkan kepada Soeripto, seperti tudingan ikut menyembunyikan Tommy Soeharto serta tuduhan keterlibatan Soeripto dalam penyelundupan kayu bersama mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus TNI AD Muchdi PR.(HFS/Miko Toro dan Yoseph HL)
Rumor penggantian Soeripto sudah santer diberitakan sejak penggantian jabatan Menteri Kehutanan dari Nurmahmudi Ismail kepada Marzuki Usman, beberapa hari silam. Soeripto yang pernah dituding oleh Presiden Abdurrahman Wahid terlibat dalam perkara makar itu mengaku baru mengetahui pergantian dirinya tiga jam sebelum acara serah terima jabatan. Ia juga merasa alasan penggantian itu aneh. Mengenai perkara makar, Soeripto bertekad akan meneruskan upaya hukum untuk mengklarifikasi tuduhan itu.
Sementara itu, Menhut Marzuki Usman berkilah bahwa penggantian itu disebabkan faktor usia Soeripto yang sudah di atas 60 tahun sehingga tidak bisa lagi menjabat. Pergantian itu juga tidak terkait dengan beberapa tuduhan yang dialamatkan kepada Soeripto, seperti tudingan ikut menyembunyikan Tommy Soeharto serta tuduhan keterlibatan Soeripto dalam penyelundupan kayu bersama mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus TNI AD Muchdi PR.(HFS/Miko Toro dan Yoseph HL)