Liputan6.com, Kutacane: Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) di wilayah Sumatra bagian utara merupakan salah satu kawasan hutan hujan tropis terkaya di dunia. Namun kawasan seluas 2,6 juta hektare yang sebetulnya dilindungi pemerintah itu terancam rusak akibat banyaknya penebangan liar atau illegal logging.
Saat Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar memantau dari udara, baru-baru ini, beberapa KEL terutama di Kutacane, Aceh Tenggara, tampak gundul akibat penebangan liar dan pembakaran hutan. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu kembali bencana banjir dan tanah longsor, seperti yang terjadi 26 April silam. Apalagi di kawasan ini mengalir dua sungai, yaitu Lawe Gerger dan Lawe Mengkudu yang alirannya berasal dari KEL [baca: Kehutanan Aceh Tenggara Menuding Peladang Merusak Hutan].
Dalam kunjungannya itu Rachmat mengumpulkan berbagai data dan fakta. Rencananya bahan pendukung ini akan dibahas pada sidang kabinet mendatang.
Kawasan Ekosistem Leuser terbentang dari pantai Samudera Hindia hingga hampir mencapai Selat Malaka. KEL terdiri dari kawasan hutan dataran rendah yang megah, taman alpin, rawa-rawa air tawar, lembah yang menakjubkan serta beberapa gunung berapi. Selain keanekaragaman hayati yang unik dan bernilai tinggi, KEL juga berperan sebagai sistem penyangga kehidupan demi tercapainya pembangunan yang berkelanjutan bagi empat juta orang yang bermukim di kawasan sekitarnya.
Jasa-jasa ekologi yang didapati dari KEL mencakup penyediaan air bersih, penggendalian erosi dan banjir, plasmanuftah, pengaturan iklim, penyerapan karbon, perikanan air tawar, keindahan alam (Ekowisata), dan lain-lain. Jasa-jasa ini hanya dapat tersedia apabila KEL dijaga dan dipelihara fungsinya sebagai suatu kesatuan interaksi yang utuh.(DEN/Erwin Arief)
Saat Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar memantau dari udara, baru-baru ini, beberapa KEL terutama di Kutacane, Aceh Tenggara, tampak gundul akibat penebangan liar dan pembakaran hutan. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu kembali bencana banjir dan tanah longsor, seperti yang terjadi 26 April silam. Apalagi di kawasan ini mengalir dua sungai, yaitu Lawe Gerger dan Lawe Mengkudu yang alirannya berasal dari KEL [baca: Kehutanan Aceh Tenggara Menuding Peladang Merusak Hutan].
Dalam kunjungannya itu Rachmat mengumpulkan berbagai data dan fakta. Rencananya bahan pendukung ini akan dibahas pada sidang kabinet mendatang.
Kawasan Ekosistem Leuser terbentang dari pantai Samudera Hindia hingga hampir mencapai Selat Malaka. KEL terdiri dari kawasan hutan dataran rendah yang megah, taman alpin, rawa-rawa air tawar, lembah yang menakjubkan serta beberapa gunung berapi. Selain keanekaragaman hayati yang unik dan bernilai tinggi, KEL juga berperan sebagai sistem penyangga kehidupan demi tercapainya pembangunan yang berkelanjutan bagi empat juta orang yang bermukim di kawasan sekitarnya.
Jasa-jasa ekologi yang didapati dari KEL mencakup penyediaan air bersih, penggendalian erosi dan banjir, plasmanuftah, pengaturan iklim, penyerapan karbon, perikanan air tawar, keindahan alam (Ekowisata), dan lain-lain. Jasa-jasa ini hanya dapat tersedia apabila KEL dijaga dan dipelihara fungsinya sebagai suatu kesatuan interaksi yang utuh.(DEN/Erwin Arief)