Liputan6.com, Kabul: Kematian dua tahanan akibat disiksa personel militer Amerika Serikat di penjara Afghanistan mendapat reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ahad (22/5), Juru Bicara PBB Richard Provencher mendesak para pelaku mendapat ganjaran setimpal. Menurut dia, penyiksaan itu tak dapat diterima PBB dan bertentangan dengan tujuan kedatangan komunitas internasional di Afghanistan.
Laporan penyiksaan yang dikecam PBB muncul pertama kali di harian The New York Times pada Jumat pekan silam. Surat kabar asal AS itu mengaku mendapat sumber dari dokumen penyidik militer AS. Dalam laporan itu disebutkan bahwa Dilawar dan Habibullah tewas setelah disiksa saat ditahan pasukan AS di pangkalan militer AS di Bagram, Afghanistan. Laporan ini mengejutkan Presiden Afghanistan Hamid Karzai dan menuntut para pelaku segera ditindak [baca: AS Menyiksa Tahanan Afghanistan Sampai Tewas].
Selama ini, pejabat AS selalu mengatakan kematian Dilawar dan Habibullah yang meninggal pada tiga tahun silam sedang diinvestigasi secara cermat. Namun, pernyataan ini tak dipercaya Komisi Hak Asasi Manusia Afghanistan. Lembaga tersebut mendesak penyelidikan independen untuk menguak praktik-praktik penganiayaan di penjara-penjara militer.(YAN/Yoh)
Laporan penyiksaan yang dikecam PBB muncul pertama kali di harian The New York Times pada Jumat pekan silam. Surat kabar asal AS itu mengaku mendapat sumber dari dokumen penyidik militer AS. Dalam laporan itu disebutkan bahwa Dilawar dan Habibullah tewas setelah disiksa saat ditahan pasukan AS di pangkalan militer AS di Bagram, Afghanistan. Laporan ini mengejutkan Presiden Afghanistan Hamid Karzai dan menuntut para pelaku segera ditindak [baca: AS Menyiksa Tahanan Afghanistan Sampai Tewas].
Selama ini, pejabat AS selalu mengatakan kematian Dilawar dan Habibullah yang meninggal pada tiga tahun silam sedang diinvestigasi secara cermat. Namun, pernyataan ini tak dipercaya Komisi Hak Asasi Manusia Afghanistan. Lembaga tersebut mendesak penyelidikan independen untuk menguak praktik-praktik penganiayaan di penjara-penjara militer.(YAN/Yoh)