Liputan6.com, Rusia: Penegak hukum Amerikat Serikat bekerja sama dengan polisi Rusia berhasil menghentikan operasi sebuah sebuah situs porno yang berbasis di Rusia, Senin (26/3). Jaringan situs internet bernama Blue Orchid tersebut memproduksi rekaman video porno yang mengeksploitasi bocah lelaki di bawah umur.
Jaringan itu telah menjual rekaman video berisi kegiatan seksual bocah-bocah. Sejumlah besar rekaman berharga US$ 200 sampai US$ 300 dolar telah dikirim ke AS. Namun, jaringan itu berhasil diungkap ketika seorang polisi rahasia Bea Cukai AS menyamar sebagai pembeli video porno anak-anak dan berhasil menemui operator Blue Orchid, Elbe.
Pada saat ditangkap, Elbe ditemani seorang bocah lelaki berusia 13 tahun yang akan dikirim ke Moskow untuk menjadi bintang film porno. Polisi juga mendapati 400 video porno anak-anak di apartemennya serta perangkat pengganda video dan data penjualan. Data-data tersebut memuat nama-nama pembeli video porno dari situs itu serta 100 ribu situs sejenis di seluruh dunia.
Selain itu, investigasi yang dilakukan Kepolisian Rusia dan Bea Cukai AS sejak Mei tahun silam juga menghasilkan lima penahanan di AS serta empat lainnya di Rusia. Saat ini, surat perintah penahanan juga telah turun untuk 15 kasus serupa.(HFS/Rya)
Jaringan itu telah menjual rekaman video berisi kegiatan seksual bocah-bocah. Sejumlah besar rekaman berharga US$ 200 sampai US$ 300 dolar telah dikirim ke AS. Namun, jaringan itu berhasil diungkap ketika seorang polisi rahasia Bea Cukai AS menyamar sebagai pembeli video porno anak-anak dan berhasil menemui operator Blue Orchid, Elbe.
Pada saat ditangkap, Elbe ditemani seorang bocah lelaki berusia 13 tahun yang akan dikirim ke Moskow untuk menjadi bintang film porno. Polisi juga mendapati 400 video porno anak-anak di apartemennya serta perangkat pengganda video dan data penjualan. Data-data tersebut memuat nama-nama pembeli video porno dari situs itu serta 100 ribu situs sejenis di seluruh dunia.
Selain itu, investigasi yang dilakukan Kepolisian Rusia dan Bea Cukai AS sejak Mei tahun silam juga menghasilkan lima penahanan di AS serta empat lainnya di Rusia. Saat ini, surat perintah penahanan juga telah turun untuk 15 kasus serupa.(HFS/Rya)