Liputan6.com, Jakarta: Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias, Provinsi Sumatra Utara (BRR Aceh-Nias) telah memiliki dana dan bantuan lain senilai US$ 1,2 miliar. Bantuan itu diprioritaskan untuk membangun infrastruktur yang hancur dilanda bencana. Demikian disampaikan Kepala Badan Pelaksana BRR Aceh-Nias Kuntoro Mangkusubroto saat menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (19/5) malam.
Kuntoro menjelaskan, dana ini di luar bantuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara untuk rehabilitasi yang hingga kini masih dibahas DPR. Bantuan datang dari berbagai sumber antara lain Palang Merah Internasional, pemerintah Amerika Serikat, dan sumbangan sejumlah perusahaan multinasional. Sumbangan ini siap digunakan untuk membangun rumah, rumah sakit, jalan, dan berbagai sarana infrastruktur lain.
Untuk diketahui, Badan Pelaksana BRR Aceh-Nias yang beranggotakan 11 orang dibentuk melalui Keputusan Presiden Nomor 63/M Tahun 2005. Badan setingkat kementerian ini memiliki misi memulihkan kondisi kehidupan masyarakat di Aceh dan Nias, sesegera dan sebaik mungkin [baca: Kuntoro Mengomandani Rekonstruksi Aceh-Nias ].(TOZ/Miko Toro dan Anto Susanto)
Kuntoro menjelaskan, dana ini di luar bantuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara untuk rehabilitasi yang hingga kini masih dibahas DPR. Bantuan datang dari berbagai sumber antara lain Palang Merah Internasional, pemerintah Amerika Serikat, dan sumbangan sejumlah perusahaan multinasional. Sumbangan ini siap digunakan untuk membangun rumah, rumah sakit, jalan, dan berbagai sarana infrastruktur lain.
Untuk diketahui, Badan Pelaksana BRR Aceh-Nias yang beranggotakan 11 orang dibentuk melalui Keputusan Presiden Nomor 63/M Tahun 2005. Badan setingkat kementerian ini memiliki misi memulihkan kondisi kehidupan masyarakat di Aceh dan Nias, sesegera dan sebaik mungkin [baca: Kuntoro Mengomandani Rekonstruksi Aceh-Nias ].(TOZ/Miko Toro dan Anto Susanto)