Liputan6.com, Sarmi: Satuan Tugas Kompi Rajawali Batalyon Infanteri 753 membekuk Marthen Sansan, Komandan Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kabupaten Sarmi, Papua, baru-baru ini. Marthen ditangkap bersama dua pengawalnya. Dari tangan tersangka disita sejumlah senjata dan dokumen.
Penangkapan Marthen berawal dari pengakuan Tentara Pembebasan Nasional OPM, Simson Tonjau yang ditangkap beberapa waktu silam. Simson ditangkap beserta enam rekan lainnya. Menurut Simson, Marthen sedang berada di sebuah distrik.
Berbekal informasi itu petugas langsung bergerak. Marthen bersama dua rekannya yang ada di gubuk tak memberikan perlawanan saat ditangkap. Tersangka yang pernah terlibat pembunuhan empat anggota Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat di Desa Takar, Sarmi, tahun 2002 ini lalu dibawa ke Jayapura untuk menjalani proses hukum.
Di rumah persembunyian Marthen, Satgas Kompi Rajawali Yonif 753 menyita dua pucuk senjata laras panjang jenis Mouser, sejumlah amunisi, pakaian loreng, dan obat-obatan. Sejumlah dokumen berisi tentang perjuangan gerakan separatis ini juga turut disita.(JUM/Ruba`i Kadir)
Penangkapan Marthen berawal dari pengakuan Tentara Pembebasan Nasional OPM, Simson Tonjau yang ditangkap beberapa waktu silam. Simson ditangkap beserta enam rekan lainnya. Menurut Simson, Marthen sedang berada di sebuah distrik.
Berbekal informasi itu petugas langsung bergerak. Marthen bersama dua rekannya yang ada di gubuk tak memberikan perlawanan saat ditangkap. Tersangka yang pernah terlibat pembunuhan empat anggota Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat di Desa Takar, Sarmi, tahun 2002 ini lalu dibawa ke Jayapura untuk menjalani proses hukum.
Di rumah persembunyian Marthen, Satgas Kompi Rajawali Yonif 753 menyita dua pucuk senjata laras panjang jenis Mouser, sejumlah amunisi, pakaian loreng, dan obat-obatan. Sejumlah dokumen berisi tentang perjuangan gerakan separatis ini juga turut disita.(JUM/Ruba`i Kadir)