AS Didesak Menindak Peleceh Alquran

Presiden Afghanistan Hamid Karzai mendesak AS untuk mengambil langkah tegas kepada serdadunya yang meletakkan Kitab Suci Alquran di kloset Penjara Guantanamo, Kuba. Unjuk rasa masih berlanjut di Afghanistan.

oleh Liputan6Diterbitkan 15 Mei 2005, 08:39 WIB
Liputan6.com, Kabul: Presiden Afghanistan Hamid Karzai mendesak pemerintah Amerika Serikat untuk segera mengambil langkah tegas terhadap pelaku pelecehan terhadap Kitab Suci Alquran di Penjara Guantanamo, Kuba. Ini dikatakan Hamid di Kabul, Afghanistan, baru-baru ini, setelah rakyatnya marah terhadap insiden pelecehan Alquran itu.

Di Kota Ghazni, unjuk rasa menentang AS masih terus berlanjut. Para pengunjuk rasa menuntut AS menghukum siapa pun yang melecehkan kitab suci umat Islam itu. Demonstrasi sudah berlangsung di Afghanistan sejak Rabu silam. Sebanyak 16 warga Afghanistan tewas dan lebih dari seratus lainnya cedera selama kerusuhan dalam unjuk rasa itu [baca: Demonstrasi Anti-AS Rusuh].

Sejauh ini, pihak Gedung Putih menanggapi kasus ini hanya sebatas pernyataan dan belum ada tindakan nyata. Dalam pernyataan itu, pemerintah AS mengatakan pelecehan terhadap Alquran adalah hal yang tidak dapat ditolerir dan pihak militernya kini tengah melakukan investigasi [baca: Gedung Putih Berjanji Menyelidiki Pelecehan di Guantanamo].(ZIZ/Idr)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya