Penjualan Pakaian di ITC Mangga Dua Menurun

Kenaikan bahan pokok mempengaruhi omzet pedagang pakaian jadi di International Trade Center Mangga Dua. Selain itu, kondisi keamanan belakangan juga mempengaruhi penjualan.

oleh Liputan6Diterbitkan 26 Maret 2001, 08:31 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Omzet pedagang pakaian jadi di International Trade Center Mangga Dua, Jakarta Barat, melorot hingga 50 persen. Kenaikan bahan kebutuhan pokok di pasaran dan kondisi keamanan diduga menjadi penyebab menurunnya omzet pedagang di pasar grosir itu. Demikian pemantauan SCTV, baru-baru ini.

Sebetulnya, lesunya bisnis pakaian jadi di ITC Mangga Dua telah dirasakan sejak awal 2001. Namun, menurut A Liang, seorang pedagang di ITC Mangga Dua, penurunan omzet yang paling signifikan terjadi sepanjang bulan Maret 2001. Saat ini, kata A Liang, hasil penjualan pakaian hanya sekitar Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per hari. Padahal, pada Februari silam, per hari bisa mencapai Rp 5 juta lebih.

A Liang menduga, selain situasi keamanan yang kurang kondusif, melemahnya daya beli masyarakat juga menjadi penyebab penurunan omzet pedagang pakaian. Hal tersebut karena masyarakat lebih mengutamakan membeli barang kebutuhan pokok ketimbang bahan sekunder. Maklum, harga kebutuhan pokok di pasaran terus meningkat.

Untuk itu, para pedagang mengaku mempertahankan harga lama untuk menarik pembeli. Hal serupa juga dilakukan mereka terhadap pakaian impor. "Memang, pakaian impor terpengaruh apresiasi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah, meski demikian kami tak berani memasang harga tinggi. Maklum, stok lama masih ada," kata Dede, seorang pedagang pakaian jadi di ITC Mangga Dua. Meski demikian, tambah Dede, harga pakaian bisa melonjak bila hingga April mendatang nilai rupiah masih pada kisaran Rp 10.000 per dolar.(AWD/Dian Pertiwi dan Jhoni Akbar)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya