Liputan6.com, Najaf: Aksi penculikan terhadap warga asing oleh kelompok bersenjata Irak, kembali terjadi. Kali ini lima warga negara Australia yang menjadi korbannya. Seperti dilansir Stasiun Televisi Al-Jazeera, baru-baru ini, kelima warga negara Australia yang sedang bekerja di Irak itu diculik oleh sekelompok bersenjata. Jaringan televisi berbahasa Arab ini memberitakan, salah satu korban penculikan kelompok bersenjata Irak itu bernama Douglas Wood, warga negara Australia yang tinggal di Amerika Serikat.
Al-Jazeera memberitakan pula, kelompok pemberontak meminta pemerintah Australia supaya menarik seluruh pasukannya dari Negeri Seribu Satu Malam dalam tempo 72 jam. Namun kelompok penculik tidak memberikan ancaman apa pun jika batas waktu itu tidak dipenuhi Australia. Perlu diketahui, pemerintah Negeri Kanguru telah mengirimkan 920 tentara ke Irak. Dan kabarnya mereka akan menambah lagi sekitar 450 tentara dalam bulan ini.
Aksi para kelompok bersenjata itu mendapat kecaman Ayatullah Ali al Sistani, tokoh ulama Syiah Irak paling berpengaruh. Dalam pernyataan yang dibacakan juru bicaranya di Najaf, Irak, Al-Sistani menyebut penculik bukan kaum pejuang Irak melainkan sebuah kelompok kriminal.
Lebih jauh Al-Sistani mengatakan, semua ulama dan umat Islam, baik Sunni maupun Syiah mengecam tindakan penculikan itu. Al-Sistani mengimbau penculik segera membebaskan kelima sandera. Sejauh ini belum ada tanggapan dari kelompok penculik atas imbauan Al-Sistani tersebut. Juga belum diketahui pasti penculikan ini terkait dengan aksi-aksi serupa lainnya atau tidak. Yang terang, pemerintah Irak dan AS sedang menyelidiki kasus tersebut.(DEN/Yoh)
Al-Jazeera memberitakan pula, kelompok pemberontak meminta pemerintah Australia supaya menarik seluruh pasukannya dari Negeri Seribu Satu Malam dalam tempo 72 jam. Namun kelompok penculik tidak memberikan ancaman apa pun jika batas waktu itu tidak dipenuhi Australia. Perlu diketahui, pemerintah Negeri Kanguru telah mengirimkan 920 tentara ke Irak. Dan kabarnya mereka akan menambah lagi sekitar 450 tentara dalam bulan ini.
Aksi para kelompok bersenjata itu mendapat kecaman Ayatullah Ali al Sistani, tokoh ulama Syiah Irak paling berpengaruh. Dalam pernyataan yang dibacakan juru bicaranya di Najaf, Irak, Al-Sistani menyebut penculik bukan kaum pejuang Irak melainkan sebuah kelompok kriminal.
Lebih jauh Al-Sistani mengatakan, semua ulama dan umat Islam, baik Sunni maupun Syiah mengecam tindakan penculikan itu. Al-Sistani mengimbau penculik segera membebaskan kelima sandera. Sejauh ini belum ada tanggapan dari kelompok penculik atas imbauan Al-Sistani tersebut. Juga belum diketahui pasti penculikan ini terkait dengan aksi-aksi serupa lainnya atau tidak. Yang terang, pemerintah Irak dan AS sedang menyelidiki kasus tersebut.(DEN/Yoh)