Liputan6.com, Denpasar: Pantai Kuta, Denpasar, Bali sebagai satu tujuan pariwisata internasional, kini tampak menyedihkan. Pasalnya, selain mengalami kerusakan berat akibat abrasi, pantai itu juga dipenuhi sampah. Pemandangan pun tak sedap lagi. Menurut seorang tokoh adat Kuta I Made Suwedja, baru-baru ini, kondisi tersebut disebabkan siklus musim yang terjadi setiap tahun.
Ditambahkan Suwedja, sampah tersebut berasal dari Pantai Timur Pulau Jawa dan terbawa arus ombak ke arah timur. Namun pada bulan kesepuluh atau Sasih Kedasa, sampah-sampah tadi akan hilang dan dibawa ombak kembali ke tengah laut atau ke arah barat. Menurut kalender Bali, pada bulan kesepuluh tadi, akan terjadi perubahan arus ombak dengan gelombang yang lebih besar.
Sebagai daerah tujuan wisata internasional, sebenarnya Pantai Kuta masih memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Hampir semua wisatawan asing maupun domestik yang berkunjung ke Bali, pernah singgah dan menikmati pantai dengan hamparan pasir putih di Pulau Sejuta Pura ini. Selain sebagai daerah pariwisata, Pantai Kuta juga digunakan untuk sembahyang umat Hindu.(ORS/Yudah Prakoso dan Iwan Gunawan)
Ditambahkan Suwedja, sampah tersebut berasal dari Pantai Timur Pulau Jawa dan terbawa arus ombak ke arah timur. Namun pada bulan kesepuluh atau Sasih Kedasa, sampah-sampah tadi akan hilang dan dibawa ombak kembali ke tengah laut atau ke arah barat. Menurut kalender Bali, pada bulan kesepuluh tadi, akan terjadi perubahan arus ombak dengan gelombang yang lebih besar.
Sebagai daerah tujuan wisata internasional, sebenarnya Pantai Kuta masih memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Hampir semua wisatawan asing maupun domestik yang berkunjung ke Bali, pernah singgah dan menikmati pantai dengan hamparan pasir putih di Pulau Sejuta Pura ini. Selain sebagai daerah pariwisata, Pantai Kuta juga digunakan untuk sembahyang umat Hindu.(ORS/Yudah Prakoso dan Iwan Gunawan)