Sukses

Microsoft Copilot Bakal Dilengkapi GPT-4 Turbo hingga DALL-E 3

Liputan6.com, Jakarta - Dalam setahun terakhir, Microsoft telah mengintegrasikan alat kecerdasan buatan (AI) ke Bing Search, Windows, dan rangkaian layanan Office 365 yang mencakup Microsoft Word, Excel, PowerPoint, dan Teams. 

Dan baru-baru ini, perusahaan mengumumkan telah menyatukan layanan AI-nya, termasuk chatbot Bing Chat AI, di bawah satu payung Microsoft Copilot. Demikian dikutip dari Gadgets 360, Sabtu (9/12/2023).

Microsoft juga mengungkapkan sejumlah fitur baru yang akan hadir di Copilot pada tahun 2024.

Microsoft mengumumkan dalam blog-nya bahwa Copilot akan segera didukung oleh model terbaru OpenAI, GPT-4 Turbo. Dengan demikian, Copilot bisa melakukan tugas yang lebih kompleks dan lebih lama. 

Model tersebut saat ini sedang diuji dan akan diintegrasikan di seluruh layanan Copilot dalam beberapa minggu mendatang. Artinya, pendamping Copilot AI (sebelumnya Bing Chat) di Web, Windows, dan layanan Microsoft lainnya akan berjalan di GPT-4 Turbo.

Selain itu, Copilot juga mendapatkan model DALL-E 3 baru untuk pembuatan gambar. Kemampuan pembuatan gambar yang ditingkatkan ini telah diluncurkan dan dapat diakses melalui bing.com/create.

Bersamaan dengan itu, Microsoft mengumumkan bahwa pengguna Edge akan bisa menulis teks berdasarkan halaman Web. Dengan Inline Compose menu penulisan ulang, pengguna dapat memilih blok teks di Situs Web mana pun dan meminta Copilot untuk menulis ulang.

Perusahaan juga memperluas kemampuan pencarian visual dengan menggabungkan GPT-4 dengan vision pencarian gambar Bing dan data pencarian web.

Kemampuan baru ini dijuluki Multi-Modal dengan Search Grounding. Ini bisa menampilkan pemahaman gambar yang lebih baik untuk pertanyaan pengguna.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Perusahaan Kembangkan Fitur Deep Search dan Code Interpreter

Terakhir, perusahaan sedang mengembangkan fitur Penerjemah Kode (Code Interpreter) dan alat Pencarian Mendalam (Deep Search) untuk Bing.

Fitur ini diklaim akan mampu melakukan penghitungan, pengkodean, analisis data, visualisasi, matematika, dan banyak lagi yang lebih akurat.

Sementara itu, perusahaan saat ini sedang mengumpulkan masukan mengenai Code Interpreter dan bermaksud untuk segera meluncurkannya secara luas.

Adapun untuk Deep Search, perusahaan mengklain bahwa fitur ini akan memberikan hasil pencarian yang dioptimalkan di Bing untuk topik yang kompleks. 

Deep Search tersedia dalam bentuk tombol di sebelah bilah Pencarian Bing. Disebutkan, alat ini akan memberikan hasil pencarian lebih relevan dengan memperluas kueri ke dalam deskripsi yang lebih komprehensif.

Sebelumnya, Microsoft juga sudah mengumumkan bahwa asisten AI Copilot akan hadir di Windows 10. Setelah sebelumnya Microsoft Copilot diintegrasi dengan Windows 11 sebagai bagian dari pembaruan pada bulan September 2023. Pembaruan ini juga menghadirkan fitur AI ke Paint dan Snipping Tool.

3 dari 4 halaman

Gantikan Bing Chat dengan Copilot, Microsoft Ingin Saingi ChatGPT

Sebelumnya, Microsoft memutuskan untuk mengganti nama Bing Chat menjadi Copilot. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar bisa bersaing lebih baik dengan ChatGPT. 

Perubahan ini terjadi setelah Microsoft berusaha memperkenalkan Bing Chat sebagai bagian dari mesin pencari Bing, dengan antarmuka obrolan yang mirip dengan ChatGPT. 

Microsoft memulai inovasi besar mereka dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) awal tahun ini dengan Bing Chat, tetapi sekarang mereka lebih memilih untuk mengidentifikasikan produknya dengan Copilot, padahal Bing Chat belum genap berumur satu tahun. 

Perubahan nama ini datang hanya beberapa hari setelah OpenAI mengumumkan bahwa 100 juta orang menggunakan ChatGPT setiap minggunya, menunjukkan intensitas persaingan antara Microsoft dan OpenAI di ranah asisten AI.

"Bing Chat dan Bing Chat Enterprise sekarang akan menjadi Copilot," ungkap manajer umum Microsoft 365 Colette Stallbaumer kepada The Verge, dikutip Jumat (17/11/2023). 

Perubahan ini mencerminkan strategi Microsoft dalam bersaing dengan ChatGPT dan memposisikan Copilot sebagai pilihan yang menarik untuk konsumen dan bisnis.

Copilot ditawarkan oleh Microsoft dalam dua varian, yaitu versi gratis dan versi berbayar bernama Copilot untuk Microsoft 365. 

Versi gratis dapat diakses di Bing dan Windows, tetapi akan memiliki domain khusus di copilot.microsoft.com. Pengguna bisnis akan masuk ke Copilot dengan Entra ID, sementara konsumen membutuhkan Akun Microsoft.

Ini merupakan upaya Microsoft dalam merespons popularitas ChatGPT dan memastikan bahwa produk mereka tetap relevan dan bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

4 dari 4 halaman

Microsoft Mulai Uji Copilot di Windows 10

Selain itu, setelah memperkenalkan Copilot di Windows untuk Windows 10 versi 22H2 minggu lalu, Microsoft kini mulai memperluas pengujiannya untuk pengguna secara luas. 

Dikutip dari Gadgets Now, Minggu (26/11/2023), pengguna Windows 10 kini bisa mencoba preview Copilot yang sebelumnya hanya tersedia di Windows 11.

Copilot di Windows 10 disebut mirip dengan tampilan di Windows 11. Ada tombol di sisi kanan taskbar yang memungkinkan pengguna mengakses chatbot AI (kecerdasan buatan) tersebut.  

Meski demikian, ada beberapa perbedaan dalam fiturnya. Beberapa skill atau tindakan Copilot untuk Windows 11, tidak tersedia di Windows 10.

Rencananya, preview Copilot di Windows 10 akan dirilis global secara bertahap di berbagai pasar termasuk Amerika Utara, sebagian Asia, dan Amerika Selatan. 

Dijelaskan, Microsoft Copilot ini akan tersedia untuk Windows 10 edisi Home dan Pro. Pengguna Windows 10 yang tertarik menjajal Copilot di versi 22H2 bisa mendapatkan akses melalui Release Preview Channel di Windows Insider Program for Business.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini