Sukses

Viral Video di Medsos, Kepala Desa di Jember Meninggal Dunia Saat Bernyanyi dengan Pedangdut di Atas Panggung

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan momen saat seorang pria yang disebut-sebut sebagai kepala desa di Jember, Jawa Timur, jatuh terhuyung saat sedang bernyanyi bersama seorang penyanyi.

Dalam video viral yang beredar di media sosial, pria yang tampak mengenakan baju batik dan peci itu mulanya bernyanyi santai dengan penyanyi yang mengenakan gaun merah. Selang beberapa detik, pria yang merupakan seorang Kepala Desa Ambulu, Kecamatan Ambulu, Jember ini terjatuh.

Tampak beberapa orang naik ke panggung untuk mengecek kondisi sang kepala desa yang bernama Mulyono itu. Detik-detik ambruknya sang kades ini terekam kamera warga dan kini viral di media sosial.

Mengutip informasi dari Merdeka.com, Selasa (23/5/2023), Mulyono pada Minggu malam, 21 Mei 2023, sedang menghadiri acara pentas dangdut yang digelar oleh warganya.

Kapolsek Ambulu AKP Suhartanto mengatakan, setelah ambruk, sang kades langsung dibawa ke rumah sakit. "Tapi tadi saya dengar Pak Kades meninggal dunia," kata AKP Suhartanto, dikutip dari Merdeka.com.

Ada dugaan bahwa sang kepala desa di Jember meninggal dunia karena kelelahan. Pasalnya menurut AKP Suhartanto, Kades Mulyono seharian itu beraktivitas cukup padat.

Almarhum diperkirakan berusia sekitar 50 tahunan. Pada Minggu pagi harinya, almarhum beraktivitas bersama Suhartanto.

2 dari 3 halaman

Diduga Karena Kelelahan

"Pak Kades pada pagi hari masih ikut kegiatan bersama jajaran Muspika Kecamatan Ambulu. Lalu pada siang harinya berkunjung ke kerabatnya yang ada di Banyuwangi," kata Suhartanto.

Selanjutnya pada malam harinya, Mulyono mendatangi pentas dangdut yang diadakan warga di dusunnya. Pentas dangdut tersebut disebut-sebut untuk menghormati seorang warga Desa Ambulu yang sempat lolos audisi kontes dangdut di salah satu stasiun televisi di Jakarta.

 

 

3 dari 3 halaman

Acara Penghormatan Pada Penyanyi yang Lolos Audisi Kontes Dangdut

Meski akhirnya penyanyi tersebut tereliminasi dari kontes, warga tetap mengapresiasinya. "Sebagai bentuk penghormatan, ketika penyanyi itu pulang ke Desa Ambulu, digelar pesta penyambutan," kata Suhartanto.

Ia bercerita, Kades Mulyono pun ikut menyambut. Tujuannya adalah agar penyanyi yang tereliminasi itu tetap berbesar hati meski harus terhenti dari kontes.

"Sepertinya kecapaian karena aktivitas yang padat," kata Suhartanto.

Korban pun telah dibawa dari rumah sakit ke rumah duka untuk kemudian dimakamkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.