Sukses

Waspada, Aplikasi Android Ini Sudah Tipu Jutaan Pengguna

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah aplikasi malware, phishing, dan adware Android diketahui telah menyusup ke Google Play Store. Tak tanggung-tanggung, aplikasi ini sudah mengantongi total instalasi sebanyak 2 juta kali.

Informasi ini dilaporkan oleh tim antivirus Dr.Web, dimana aplikasi ini menyamarkan diri sebagai utilitas dan pengoptimal sistem.

Akan tetapi, sebenarnya aplikasi ini malah menyedot baterai, membuat ponsel lemot, dan memunculkan iklan menganggu di layar.

Salah satunya adalah TubeBox. Aplikasi ini diunduh 1 juta kali oleh pengguna Android dan hingga kini masih tersedia di Google Play Store.

Informasi, TubeBox adalah aplikasi yang menjanjikan hadiah uang bagi pengguna hanya dengan menonton video dan iklan di dalam aplikasi.

Akan tetapi, pengguna tidak pernah mendapatkan uang yang dijanjikan dengan memunculkan pesan eror setiap kali ingin menukarkan hadiah.

Pengguna yang menyelesaikan langkah terakhir saat penarikan pun tidak pernah menerima uang mereka, sebagaimana dikutip dari laporan, Selasa (6/12/2022).

Tim Dr.Web menyebutkan, iming-iming uang hadiah ini hanya tipu daya pengembang agar korban menggunakan aplikasi selama mungkin dengan cara menonton iklan.

Selain TubeBox, ada beberapa aplikasi adware lainnya yang muncul di Google Play Store tetapi kemudiah dihapus.

- Bluetooth device auto connect (bt autoconnect group) – 1,000,000 unduhan

- Bluetooth & Wi-Fi & USB driver (simple things for everyone) – 100,000 unduhan

- Volume, Music Equalizer (bt autoconnect group) – 50,000 unduhan

- Fast Cleaner & Cooling Master (Hippo VPN LLC) – 500 unduhan

Karena semakin marak pelaku kejahatan menyamarkan malware sebagai aplikasi, ada baiknya kamu melindungi diri di Google Play Store.

Pastikan untuk mengecek ulasan atau review di aplikasi, teliti kebijakan privasi, dan cek situs pengembang untuk melihat apakah aplikasi Android itu benar.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Deretan Fitur Keamanan Terbaru Google

Google.   Pawel Czerwinski/Unsplash

Google memiliki fitur keamanan yang akan memberi tahu pengguna jika password mereka diretas, dan bahkan sampai berdampak pada ponsel Android.

Fitur itu disebut Password Checkup atau Pemeriksaan Kata Sandi. Google melakukan langkah ini dengan mencocokkan kata sandi pengguna dengan pelanggaran data yang diketahui tersedia untuk penipu di internet.

Dengan demikian, pengguna bisa mengubah detail data pribadi sebelum hacker mencoba menggunakannya untuk mengakses akun korban. Sejauh ini, fitur tersebut sudah tersedia di Google Chrome untuk desktop.

Saat ini Google melangkah lebih jauh lagi dengan memperkenalkan peringatan ke Chrome di perangkat Android. Password Checkup untuk Android adalah salah satu fitur berguna terbaru yang ada di Google Assistant.

"Perlindungan tambahan ini akan membantu pengguna untuk memeriksa kredensial mereka yang disimpan untuk kerentanan keamanan dan memberikan daftar tindakan untuk meningkatkan keamanan online," kata Google, dikutip dari The Sun, Selasa (6/12/2022).

3 dari 4 halaman

Google Assistant

Google Assistant. Dok: google.com

Saat notifikasi muncul, Google Assistant akan menawarkan untuk membuatkan kata sandi baru kepada pengguna secara otomatis.

Untuk memanfaatkan fitur ini, pengguna harus menginstal Google Play versi terbaru. Langkah tersebut merupakan salah satu dari beberapa strategi yang lebih tegas dari perusahaan akhir-akhir ini.

Peringatan juga diluncurkan untuk Google Chat, mengimbau kepada pengguna untuk tidak mengakses tautan mencurigakan yang muncul dalam percakapan.

Google juga menambahkan status keamanan pengguna ke aplikasi yang mereka gunakan, di mana akan menampilkan ikon peringatan kuning di gambar profil mereka setiap kali ada sesuatu yang ditandai.

Sementara itu, Chrome dan Android diatur untuk menerima kartu virtual yang memungkinkan pembeli menyembunyikan nomor kartu kredit atau debit mereka saat melakukan pembelian online.

(Ysl/Isk)

4 dari 4 halaman

Infografis Waspada Penipuan Online Shop via Medsos

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS