Liputan6.com, Jakarta - Ponsel seri Android One memang lebih dikenal sebagai produk untuk pasar negara berkembang dengan fitur yang tak menonjol, tapi memiliki harga terjangkau.
Namun, citra ponsel Android One dengan fitur biasa disebut akan sedikit pudar. Hal itu dipastikan setelah ada seri Android terbaru besutan Sharp, yakni Sharp 507SH.
Dikutip dari laman Phone Arena, Kamis (7/7/2016a), kendati tak memiliki spesifikasi ponsel high-end, smartphone ini sudah dibekali fitur anti debu dan air (IP58-certified). Fitur ini yang membedakan Sharp 507SH dengan ponsel Android One lain.Untuk spesifikasi, ponsel berlayar 5 inci ini akan dibekali chipset Snapdragon 617 dan RAM 2GB. Sharp menyematkan baterai 3010 mAh dan memori internal 16GB yang dapat diperbesar.
Urusan pengambilan gambar, Sharp 507SH memiliki kamera belakang 13MP dan kamera depan 5MP. Ponsel ini menjalankan Android 6.0 Marshamallow dan menerima pembaruan hingga 18 bulan setelah peluncuran.
Sayangnya, belum ada kepastian apakah produk ini akan rilis di luar Jepang. Sebab, saat ini Sharp 507SH hanya tersedia melalui kanal sub-brand dari operator SoftBank, yakni Y! Mobile.
Harga resmi dari ponsel tersebut memang belum dipastikan, tapi beberapa pihak memperkirakan banderol harga Sharp 507SH berkisar antara US$ 100 (Rp 1,32 juta) sampai US$ 200 (Rp 2,64 juta).
Program Android One sendiri diluncurkan oleh Google pada 2014 dengan tujuan untuk menghadirkan smartphone dengan harga terjangkau bagi lebih banyak orang khususnya di negara-negara berkembang.
(Dam/Ysl)
Ini Ponsel Android One Pertama Dengan Fitur Anti Air
Hadir dengan fitur anti air dan debu, Sharp 507SH sedikit mengubah citra Android One yang kerap muncul dengan fitur standar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1282563/original/005390400_1467798666-Sharp_507SH.jpg)
Perbesar
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
- PHE Bidik Peluang Indonesia Jadi Hub Penyimpanan Karbon Asia7 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
- Limbah Dibidik Jadi Sumber Energi Rendah Karbon10 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
- Startup Ini Klaim Sembuhkan Infeksi Pakai Virus Buatan AI, Ilmuwan Minta Bukti21 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
- Cerita Puluhan Istri Petani di Sorong Ubah Jantung Pisang Jadi Abon1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
- Menyemai Harapan dari Limbah Kelapa Lewat Karya Kreatif Komunitas Disabilitas1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
- Sustainable Fashion Lebih Dari Bahan Organik, Dilema yang Perlu Dipahami1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
- Mengikuti Perjalanan Sampah Organik dari Rumah sampai Jadi Kompos1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
- Konservasi Penyu Lekang di Pantai Biaung Perkuat Perlindungan Ekosistem Pesisir1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
- Taman Kuliner Ramah Lingkungan di Embung Doho Wonogiri, Dukung UMKM Lokal1 minggu yang lalu
- Menag Nasaruddin Ajak Tobat Ekologis, Ingatkan Bahaya Eksploitasi Alam1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
- Sekolah Anak Pesisir di NTB Padukan Edukasi Lingkungan dan Ekonomi Lokal1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
- Petani dan Nelayan Bakal Ikut Menikmati Pembiayaan Karbon2 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5441352/original/085354000_1765504848-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-12T084357.150.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5528523/original/006924900_1773286985-cek_fakta_-_ikan_budidaya_link_pendaftaran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380756/original/071937100_1792737316-Screenshot_2026-10-23_124005.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380731/original/013852100_1792736272-cek_fakta_-_ikan_budidaya_lele.jpg)