Liputan6.com, Jakarta - Dua pekan terakhir publik dihebohkan dengan isu ribuan asteroid yang akan menghantam bumi. Pertanyaannya, kapan asteroid tersebut akan jatuh ke planet ini?Â
Peneliti dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Indonesia (Lapan), Abdul Rahman, menjelaskan bahwa banyak ilmuwan yang menyakini bahwa tabrakan antara Bumi dan asteroid besar hanya tinggal persoalan waktu. Terkait kapan, ia memang tidak bisa mengungkap.
Namun, semua pihak memang harus siap menghadapi peristiwa yang bisa saja terjadi kapanpun ini. Solusinya, lanjut Abdul, bergantung kepada seberapa besar kemampuan manusia untuk mencegah dan menyelamatkan peristiwa tabrakan asteroid dengan bumi ini.Â
Abdul mengungkap, solusi untuk `selamat` dari tabrakan asteroid ini bergantung dengan kerjasama internasional. Hal tersebut yang paling memungkinkan untuk membuat kemungkinan mencegah jatuhnya asteroid ke bumi. Selain itu juga dibutuhkan pendanaan untuk riset dan mengembangkan sistem peralatan sendiri.
Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, Abdul menjelaskan bahwa saat ini diperkirakan terdapat sekitar 12.851 benda alami (asteroid) di dekat Bumi yang sudah terdeteksi. Namun, banyaknya asteroid yang berpotensi menabrak Bumi dengan ukuran cukup besar diprediksi hanya sebanyak 1.593 objek.
"Indonesia harus mengembangkan sistem peralatan yang mampu mendeteksi benda-benda alami dan menganalisis datanya. Kita juga harus bergabung dalam jaringan internasional yang sudah berkembang saat ini," tambahnya.
Saat ini, terungkap bahwa Lapan telah bekerjasama dengan ITB untuk mengembangkan sistem pengamatan benda-benda alami dengan memanfaatkan alat teleskop. Nantinya, alat tersebut akan ditempatkan di Observatorium Nasional Kupang.
Pada saat yang bersamaan, diketahui bahwa pada pekan lalu publik juga sedang memperingati hari asteroid atau Asteroid Day pada hari Selasa (30/6/2015). Asteroid Day digagas oleh Brian May, seorang Astrophysicist. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran seluruh penduduk dunia mengenai ancaman asteroid yang kapan saja dapat menghantam Bumi.
Selain itu, Asteroid Day juga berfokus untuk melaksanakan upaya mengimplementasikan petisi deklarasi 100x atau lebih dikenal dengan 100x Declaration.
100x Declaration memuat beberapa poin, salah satunya adalah pemerintah dan institusi swasta dihimbau menggunakan kecanggihan teknologi untuk memantau dan mendeteksi keberadaan asteroid di dekat Bumi.
(jek/dew)
Peristiwa Asteroid `Hantam` Bumi Hanya Soal Waktu
Ribuan asteroid diprediksi bisa menghantam bumi, namun pertanyaannya adalah: kapan?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/918557/original/083005800_1435987970-o-ASTEROID-EARTH-facebook.jpg)
Perbesar
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
- Menyemai Harapan dari Limbah Kelapa Lewat Karya Kreatif Komunitas Disabilitas5 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
- Sustainable Fashion Lebih Dari Bahan Organik, Dilema yang Perlu Dipahami6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
- Mengikuti Perjalanan Sampah Organik dari Rumah sampai Jadi Kompos6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
- Konservasi Penyu Lekang di Pantai Biaung Perkuat Perlindungan Ekosistem Pesisir1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
- Taman Kuliner Ramah Lingkungan di Embung Doho Wonogiri, Dukung UMKM Lokal1 minggu yang lalu
- Menag Nasaruddin Ajak Tobat Ekologis, Ingatkan Bahaya Eksploitasi Alam1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
- Sekolah Anak Pesisir di NTB Padukan Edukasi Lingkungan dan Ekonomi Lokal1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
- Petani dan Nelayan Bakal Ikut Menikmati Pembiayaan Karbon2 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
- Biometana dari Limbah Sawit, Solusi Energi Rendah Karbon untuk Industri2 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
- Hutan di Gunungkidul Jadi Sumber Pangan dan Penggerak Ekonomi Desa2 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
- Green Economy Buka Peluang Karier Baru, Ini 5 Skill yang Perlu Disiapkan Gen Z2 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
- Energi dari Olahan Sampah Didorong Jadi Alternatif Batu Bara dan Gas2 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406223/original/090481000_1782289085-cek_fakta_-_insentif_guru_asn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378631/original/096164000_1792555787-Screenshot_2026-10-21_103719.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378737/original/019231300_1792561477-cpns_honorer.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378727/original/040838400_1792560617-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3403788/original/009516300_1615974160-asteroid.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3955618/original/053672600_1646713773-23668318_532698587081173_6400545287395344384_n.jpg)