Liputan6.com, Bengkulu - Ratusan warga pengguna jaringan internet di Kabupaten Lebong dan Bengkulu Selatan Provinsi Bengkulu mengeluhkan jaringan internet yang sering ngadat di kedua wilayah itu.
Aspi King, salah satu warga Muara Aman, Kabupaten Lebong mengaku sangat terganggu dengan kondisi jaringan yang sering ngadat bahkan dalam sepekan terakhir kerap mati total.
"Ngadat terus, bahkan pernah 3 hari mati total. Kami ini berlangganan paket Speedy sebulan penuh, beberapa hari mati, tagihan tetap, tentu saja kami yang rugi," ujar Aspin di Lebong yang dihubungi via telepon, Selasa (18/11/2014).
Kondisi serupa juga dialami warga Kota Manna Bengkulu Selatan. Marlian, yang membuka usaha Warnet mengaku berkurang penghasilannya karena kondisi jaringan yang tidak stabil.
"Pelanggan kami mengeluh dan komplain. Tentu saja berpengaruh pada penghasilan kami," keluh Marlian.
Dikonfirmasi, General Manager PT Telkom Divre Bengkulu Muskab Muzakar mengakui ada gangguan jaringan terkait pembangunan jalan di kedua kabupaten itu yang mengakibatkan kabel fiber optik di beberapa titik terputus.
"Pihak kontraktor pembangunan jalan tidak melihat lagi di bawah jalan yang mereka bangun ada kabel optik fiber yang terputus," ujar Muskab.
Pihaknya sudah berkoordinasi dengan para bupati dan dinas PU di kedua kabupaten dan sudah melakukan perbaikan sambungan kabel.
"Sebagian sudah kami sambung dan akan kami bereskan semua," pungkas Muskab.
Saat ini pengguna jaringan telepon kabel di Bengkulu, lanjut Muskab, sebanyak 35.000 sambungan dan 25.000 di antaranya adalah pengguna jaringan internet Speedy.
Pihaknya berharap kepada para kontraktor untuk memperhatikan kepentingan orang banyak dengan tetap menjaga kabel optik fiber agar tidak dirusak. (Yuliardi Hardjo Putra/isk)
Kabel Fiber Optik Speedy Putus, Warga Bengkulu Tak Bisa Ngenet
Ratusan warga pengguna jaringan internet di Kabupaten Lebong dan Bengkulu Selatan Provinsi Bengkulu mengeluhkan jaringan internet.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/658618/original/Internet.jpg)
Perbesar
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
- Abrasi dan Rob Ancam 400 Hektare di Batang, 1.000 Mangrove Ditanam22 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
- PHE Bidik Peluang Indonesia Jadi Hub Penyimpanan Karbon Asia1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
- Limbah Dibidik Jadi Sumber Energi Rendah Karbon2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
- Startup Ini Klaim Sembuhkan Infeksi Pakai Virus Buatan AI, Ilmuwan Minta Bukti2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
- Cerita Puluhan Istri Petani di Sorong Ubah Jantung Pisang Jadi Abon3 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
- Menyemai Harapan dari Limbah Kelapa Lewat Karya Kreatif Komunitas Disabilitas1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
- Sustainable Fashion Lebih Dari Bahan Organik, Dilema yang Perlu Dipahami1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
- Mengikuti Perjalanan Sampah Organik dari Rumah sampai Jadi Kompos1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
- Konservasi Penyu Lekang di Pantai Biaung Perkuat Perlindungan Ekosistem Pesisir1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
- Taman Kuliner Ramah Lingkungan di Embung Doho Wonogiri, Dukung UMKM Lokal1 minggu yang lalu
- Menag Nasaruddin Ajak Tobat Ekologis, Ingatkan Bahaya Eksploitasi Alam1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
- Sekolah Anak Pesisir di NTB Padukan Edukasi Lingkungan dan Ekonomi Lokal2 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344493/original/042033300_1788947267-HOAX__15_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351957/original/080906700_1789720927-cek_fakta_suahasil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381099/original/021116000_1792753524-cek_fakta_suahasil_-_dana_hibah.jpg)