Sukses

Berita Terkini

Lihat Semua
Topik Terkait

    Pengertian

    Penyakit arteri perifer merupakan suatu keadaan ketika terjadi penyempitan pembuluh darah arteri akibat penumpukan plak. Plak ini terbentuk dari lemak, kolesterol, kalsium, dan senyawa lain dalam darah.

    Penyakit ini umumnya menyerang kaki, baik pada satu kaki maupun kedua kaki secara bersamaan. Namun, meskipun menyerang kedua kaki, biasanya rasa nyeri terasa lebih buruk pada satu kaki.

    Penyebab

    Penyakit arteri perifer disebabkan karena adanya penumpukan plak. Plak tersebut merupakan sumbatan yang dapat terbentuk oleh lemak, kolesterol, kalsium, jaringan fibrosa, dan zat-zat lainnya dalam darah.

    Penumpukan plak menyebabkan alirah darah pun terhambat. Umumnya kondisi ini ditemukan pada arteri kaki. Namun dapat ditemukan pula pada pembuluh arteri di seluruh tubuh. Terdapat beberapa faktor yang meningkatkan resiko terjadinya penyakit ini, seperti merokok, diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi.

    Penyakit Arteri Perifer - KlikDokter.com (Blazej Lyjak/Shutterstock)

    Diagnosis

    Dalam menentukan diagnosis penyakit arteri perifer, dokter akan melakukan pengumpulan informasi untuk menilai gejala yang dirasakan. Pemeriksaan fisik, terutama pada bagian yang dikeluhkan (umumnya pada anggota gerak bawah) dapat mencakup pemeriksaan lengkap kaki, pemeriksaan denyut nadi pada kaki, pemeriksaan tekanan darah pada kaki, dan pemeriksaan adanya suara bruit pada area perut dan panggul (menggunakan stetoskop).

    Perbedaan tekanan sesuai ankle brachial index  yang kurang dari 0.9 (normal 0.9-1.1) dapat menandakan adanya penyakit arteri perifer. Selain itu, mungkin pula dilakukan beberapa pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan Doppler, angiografi, dan pemeriksaan darah (memeriksa faktor resiko penyakit ini, seperti kadar lemak darah, kadar gula darah, dsb).

    Gejala

    Ada beberapa tanda yang dapat dialami seseorang yang  terserang penyakit arteri perifer:

    • klaudikasio intermiten, yaitu nyeri yang diakibatkan keadaan iskemia pada otot. Biasanya muncul saat seseorang beraktivitas pada bagian yang terkena sumbatan. Selain nyeri dapat juga dirasakan gejala keram atau baal.
    • nyeri dirasakan pada tempat yang sama setiap kalinya dan menghilang setelah beristirahat 2–5 menit.
    • kejadian yang paling sering terasa nyeri adalah di betis (karena sumbatan pada distal  superficial femoral artery). Selain itu, keluhan pada paha atau bokong juga sering terjadi.
    • adanya kondisi luka yang sulit sembuh pada kaki.
    • terjadi perbedaan warna kulit, suhu, pertumbuhan rambut, dan kuku antara kedua kaki.

    Pengobatan

    Penanganan terhadap penyakit arteri perifer mencakup beberapa hal, yaitu:

    • Perubahan gaya hidup seperti berhenti merokok, rutin berolahraga, menerapkan pola makan sehat.
    • Mengkontrol kondisi yang merupakan faktor risiko penyebab sumbatan plak, seperti menjaga tekanan darah dan kontrol diabetes.
    • Terapi obat-obatan seperti anti-platelet dan anti-lipid
    • Pembedahan, seperti pemasangan stent, balloon, by pass, dan beberapa teknik lain.

    Pencegahan

    Timbunan plak dalam darah yang bisa menyebabkan penyakit arteri perifer dapat dicegah dengan menjaga kesehatan pembuluh darah. Kebiasaan merokok terbukti membuat pembuluh darah kehilangan kelenturannya, sehingga lebih rentan mengalami gangguan –termasuk timbulnya sumbatan. Karena itu, berhenti merokok merupakan salah satu anjuran utama.

    Selain itu, pemilihan makanan sehat yang tinggi serat, rendah gula, rendah lemak merupakan upaya penting untuk mencegah terbentuknya plak. Begitu pula dengan aktivitas olahraga teratur yang sangat membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dan menjaga kelancaran aliran darah.