Sukses

Gunung Semeru Dua Kali Erupsi, Tinggi Letusan Capai hingga 800 Meter

Liputan6.com, Lumajang - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabuaten Malang kembali erupsi sebanyak dua kali. Tinggi letusan mencapai 600 hingga 800 meter di atas puncak Gunung.

“Terjadi letusan Gunung Semeru, dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 600 meter di atas puncak, sekitar 4.276 meter di atas pemukaan laut,”ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru Liswanton, Jumat (9/2/2024)

Erupsi tersebut juga menyemburkan abu vulkanik yang teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah Selatan.

Kemudian erupsi kedua terjadi dengan tinggi kolom letusan teramatai  sekitar 800 meter diatas puncak (4.476 meter di atas permukaan laut).

Sedangkan kolom abu vulkanik teamati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah Selatan. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitude maksimum 22 mm dan durasi 118 detik.

Untuk laporan aktiitas kegempaan dan visual Gunung Semeru tercatat sebanyak 17 kali gempa  letusan/erupsi dengan amplitude 15-22 mm, dua kali gempa guguran dengan amplitude 3-4 mm Kemudian empat kli gempa embusan dengan amplitude 4-8 mm dan tiga kali harmonik dengan amplitude 3-7 mm.

Selanjutnya untuk pengamatan visual, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini terlihat jelas hingga tertutup Kabupt 0-II, teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 100 meter darri puncak.

Status gunung Semeru pada Level III atau siaga, sehingga masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektorr Tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Waspadai Potensi Lahar Dingin

Kemudian di luar jarak tersebut masyarakat tidak melkukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi Sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jrak 17 km dari puncak.

Kemudian masyarakat tidak boleh beraktivtas dalam radius 5 km dari kawah Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.

Masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran Sungai  yang berhulu di puncak Gunung Semeru. Terutama di sepanjang Besuk kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.