Usai Mengamen, Dua Anak Punk di Sukabumi Dibacok OTK

Penyerangan berlangsung cepat tanpa didahului pertengkaran.

Diterbitkan 25 Oktober 2026, 17:40 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dua remaja komunitas punk, Yansen (13) dan Kasmir (17), menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal (OTK) di kawasan Pantai Karanghawu, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (24/10/2026) malam. Keduanya mengalami luka akibat senjata tajam dan menjalani perawatan di rumah sakit.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, Yansen dan Kasmir baru selesai mengamen dan hendak beristirahat di sebuah gang.

"Kami baru selesai ngamen dan lagi kencing. Tiba-tiba dibacok dari belakang, kena berdua," ungkap Yansen saat dirawat di RSUD Palabuhanratu, Minggu (25/10/2026).

Yansen mengatakan penyerangan berlangsung cepat tanpa didahului pertengkaran. Menurut dia, Kasmir terkena sabetan senjata tajam lebih dahulu, kemudian dirinya.

"Pelakunya pakai motor Beat putih. Kami tak sempat lihat wajahnya karena dia langsung kabur," tambah Yansen.

Rekan korban, Giulio alias Acil, yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian, langsung mencari bantuan kepada warga sekitar.

"Saya minta tolong warga yang lewat. Tak lama polisi datang dan bawa korban pakai ambulans," kata Acil.

 

Kondisi Membaik

Bhabinkamtibmas Cisolok, Brigadir Akka Mahpudin, kemudian mendatangi lokasi dan memeriksa kondisi kedua korban. Ia mendapat informasi bahwa teman-teman korban kesulitan membiayai perawatan medis mereka.

"Teman-teman korban mengeluh tidak punya biaya untuk pengobatan di rumah sakit," ujar Akka.

Mengetahui kondisi tersebut, Akka berinisiatif membantu biaya pengobatan Yansen dan Kasmir menggunakan uang pribadinya.

"Sebagai bentuk kepedulian polisi kepada masyarakat, saya bantu biaya pengobatan mereka pakai uang pribadi," tegasnya.

Kondisi kedua korban dilaporkan berangsur membaik. Sementara itu, kasus penyerangan menggunakan senjata tajam tersebut masih ditangani Satreskrim Polres Sukabumi.