Nelayan di Sampang Hilang Misterius Usai Pamit Mancing

Korban diketahui bernama Dodi (25), warga Dusun Pandian, Desa Tamberu Timur, Kecamatan Sokobanah.

Diterbitkan 24 Oktober 2026, 10:28 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Seorang nelayan muda asal Kabupaten Sampang dilaporkan hilang saat melaut di perairan Ketapang. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang, aparat TNI/Polri, dan nelayan setempat masih melakukan pencarian terhadap korban.

Korban diketahui bernama Dodi (25), warga Dusun Pandian, Desa Tamberu Timur, Kecamatan Sokobanah.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Mohammad Hozin, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, Dodi berangkat melaut bersama dua saudaranya pada Rabu (21/10/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Mereka menggunakan perahu masing-masing menuju area rumpon di perairan Ketapang.

Saat memancing, Dodi memutuskan berpisah dari kedua saudaranya dan melanjutkan perjalanan lebih jauh ke tengah laut, menuju lokasi yang dikenal nelayan setempat sebagai kawasan Obor Petronas.

​"Dodi pamit ke dua saudaranya untuk pindah lokasi memancing ke arah 'Obor Petronas', sementara dua saudaranya tetap bertahan di lokasi awal," ujar Hozin, Sabtu (24/10/2026).

​Namun, kecemasan mulai timbul setelah tiga jam berlalu. Dodi tak kunjung kembali ke titik kumpul. Usaha dua saudaranya untuk menghubungi ponsel korban berulang kali berakhir nihil.

​Merasakan ada yang tidak beres, kedua saudara korban langsung menyisir lokasi "Obor Petronas". Sayangnya, mereka hanya menemukan lautan lepas tanpa jejak keberadaan Dodi maupun perahunya.

​Pihak keluarga sempat melanjutkan pencarian mandiri pada Kamis (22/10/2026) sebelum akhirnya melaporkan insiden ini ke aparat desa dan Polsek Ketapang.

"Laporan resmi baru diteruskan dan diterima oleh BPBD Sampang pada Jumat pagi," tambahnya

 

Kendala Pencarian

​Mendapat informasi tersebut, BPBD Sampang langsung menerjunkan tim rescue sekitar pukul 07.45 WIB. Operasi penyisiran di laut dimulai pukul 13.00 WIB hingga 16.30 WIB menggunakan perahu karet di titik koordinat terakhir korban memancing.

​"Pencarian hari pertama belum membuahkan hasil. Karena kendala waktu dan jarak pandang, operasi kami hentikan sementara sore tadi dan dilanjutkan esok hari," terang Hozin.

​Operasi SAR ini melibatkan gabungan personel dari BPBD Sampang, Polsek Ketapang, Koramil Ketapang, serta belasan nelayan lokal yang turut membantu menyisir area perairan.