Cuaca Panas Lampung Nyaris 38 Derajat Celsius

Data tersebut berasal dari pengamatan sejumlah stasiun cuaca otomatis hingga pukul 13.40 WIB.

Diterbitkan 21 Oktober 2026, 17:11 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Suhu udara di sejumlah wilayah Provinsi Lampung mencapai lebih dari 37 derajat Celsius pada Rabu (21/10/2026). Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu tertinggi tercatat di Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah, sebesar 37,8 derajat Celsius.

Data tersebut berasal dari pengamatan sejumlah stasiun cuaca otomatis hingga pukul 13.40 WIB.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Radin Inten Lampung, Iqbal Surgiansyah, mengatakan perbedaan suhu di sejumlah daerah dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi geografis hingga dinamika atmosfer.

Selain Seputih Raman, suhu udara di Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, tercatat mencapai 37,6 derajat Celsius. Berikutnya, Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, mencapai 37,4 derajat Celsius, sedangkan Mesuji tercatat 37,3 derajat Celsius.

"Suhu tinggi juga terpantau di Stasiun Meteorologi Lampung sebesar 37,2 derajat Celsius, Pringsewu 36,9 derajat Celsius, serta Banjit, Kabupaten Way Kanan, mencapai 36,2 derajat Celsius," kata Iqbal, Rabu (21/10/2026).

Sementara itu, suhu di wilayah barat Lampung relatif lebih rendah. Liwa, Kabupaten Lampung Barat, mencatat suhu 28,1 derajat Celsius, sedangkan Krui, Kabupaten Pesisir Barat, mencapai 30,8 derajat Celsius.

Iqbal menjelaskan, intensitas penyinaran matahari, tutupan awan, kelembapan udara, dan karakteristik geografis turut memengaruhi suhu di suatu wilayah.

"Jika suhu di Lampung saat ini terasa lebih tinggi dibandingkan daerah lain, hal tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti intensitas penyinaran matahari, kondisi tutupan awan, kelembapan udara, serta karakteristik geografis wilayah," jelas Iqbal.

Ia menambahkan, minimnya tutupan awan memungkinkan sinar matahari mencapai permukaan bumi dengan lebih optimal sehingga suhu udara dapat meningkat, terutama pada siang hari. Kondisi angin dan pergerakan massa udara juga turut memengaruhi suhu.

Perbedaan kondisi atmosfer dan geografis tersebut membuat suhu udara di Lampung tidak merata. Sejumlah daerah mengalami panas terik, sedangkan wilayah lainnya mencatat suhu yang relatif lebih rendah.

 

Awal Musim Hujan Berbeda di Tiap Wilayah

Di tengah suhu tinggi tersebut, BMKG memprakirakan awal musim hujan di Provinsi Lampung berlangsung secara bertahap.

Sebagian wilayah diprediksi mulai memasuki musim hujan pada Oktober 2026, sementara daerah lainnya diperkirakan baru mengalaminya pada awal 2027.

Iqbal menyebut sebagian wilayah Pesisir Barat menjadi salah satu daerah yang lebih awal memasuki musim hujan. Awal musim hujan di wilayah tersebut diprakirakan berlangsung pada Oktober dasarian II, yakni periode 11–20 Oktober 2026.

Sebaliknya, Lampung Selatan bagian selatan diprediksi menjadi salah satu wilayah yang paling akhir memasuki musim hujan, yakni pada Januari dasarian I atau periode 1–10 Januari 2027.

"Perbedaan waktu ini membuat masyarakat perlu memperhatikan perkembangan cuaca di daerah masing-masing. Kondisi panas yang terjadi di satu wilayah belum tentu sama dengan wilayah lainnya, begitu pula dengan waktu dimulainya musim hujan. BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca dan perkembangan musim melalui kanal resmi BMKG agar dapat mengantisipasi perubahan kondisi cuaca di lingkungan masing-masing," tandasnya.