3.276 Hektare Hutan dan Lahan di Kalsel Terbakar

BPBD mencatat 4.926 kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Diterbitkan 19 Oktober 2026, 05:45 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tiga hektare lahan terbakar di Jalan HM Yunus, Sungai Rasau, Kecamatan Cerbon, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan (Kalsel), Minggu (18/10/2026). Api masih berkobar hingga pukul 22.45 Wita.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan per 14 Oktober 2026, Kabupaten Barito Kuala mencatat 467 kejadian karhutla dengan luas lahan terdampak telah mencapai 3.276,82 hektare.

BPBD Kalsel mencatat karhutla di seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut telah mencapai 4.926 kejadian dengan luas lahan terdampak 27.202,97 hektare hingga 14 Oktober 2026.

Lokasi kebakaran di Jalan HM Yunus berjarak sekitar 100 hingga 200 meter dari jalan utama penghubung Banjarmasin dengan kawasan Banua Anam di bagian utara Kalimantan Selatan.

Api belum mencapai tepi jalan, tetapi berpotensi mengancam permukiman warga yang mayoritas berada di sepanjang jalan lintas tersebut. Sejumlah petugas mulai berdatangan ke lokasi untuk bersiaga dan mengantisipasi kemungkinan api merembet ke rumah warga serta kabel listrik di pinggir jalan tersebut.

Seorang warga setempat, Nazar (23), mengatakan kebakaran mulai terlihat sejak Magrib dan kembali terlihat menyala setelah Isya.

“Baru kali ini kebakaran terjadi di titik ini, tepat di pinggir jalan, banyak warga yang berjaga,” ujarnya.

Lokasi karhutla tersebut menarik perhatian pengendera yang melintas serta warga setempat berjaga untuk mengantisipasi lokasi api tidak merembet ke rumah tinggal masing-masing.

Lokasi kebakaran berada di ruas jalan yang menjadi akses utama dari Banjarmasin menuju sejumlah kabupaten di kawasan Banua Anam dengan posisi lahan yang terbakar di dekat permukiman membuat upaya antisipasi perambatan api menjadi perhatian sejumlah petugas di lapangan.

Dalam beberapa hari belakangan di tengah kabut asap karhutla, kualitas indeks standar pencemar udara (ISPU) di Kabupaten Barito Kuala berada di zona hitam dengan hasil pemantauan ISPU KLH menunjukkan konsentrasi PM2.5 berada pada kategori berbahaya.

Pada Minggu pukul 22.00 Wita, pemantauan ISPU KLH di Kabupaten Barito Kuala menunjukkan konsentrasi PM2.5 mencapai 307 mikrogram per meter kubik yang masuk kategori berbahaya, atau sangat jauh dari kualitas udara kategori baik yang seharusnya berada di angka 0-15,5 mikrogram.