Pencuri Ponsel Tewas Tenggelam Usai Hindari Kejaran Warga

Sempat muncul ke permukaan air usai tercebur hindari kejaran warga, seorang pencuri ponsel di Sukabumi ditemukan tewas mengambang beberapa saat kemudian.

Diterbitkan 15 Oktober 2026, 14:40 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Sukabumi - Pelarian seorang pria terduga pelaku pencurian telepon seluler di Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, berakhir tragis. Pria tanpa identitas tersebut ditemukan tewas tenggelam di aliran Sungai Cicatih.

​"Jasad korban berhasil dievakuasi pada kedalaman air sekitar 6 meter," kata Koordinator Pos SAR Sukabumi, Suryo Adianto, Kamis (15/10/2026).

​Peristiwa ini bermula pada Rabu siang (14/10/2026), saat pelaku tepergok mencuri ponsel di area Masjid Kaum Parungkuda. Saat dikejar oleh warga, ia berlari ke arah Sungai Cicatih di kawasan Leuwi Orok.

​"Korban sempat muncul ke permukaan air, tepatnya di bawah area pesantren," ungkap warga setempat, Dadi.

​Menurut penuturan warga, pelaku sebenarnya memiliki kesempatan untuk menyelamatkan diri dengan naik ke daratan. Namun, rasa takut menguasainya saat melihat kerumunan massa yang marah.

​"Tapi pas dia lihat massa sudah banyak berkumpul, dia turun lagi ke air," lanjut Dadi.

​Keputusan nekat tersebut berbuah fatal. Pusaran air di kawasan Leuwi Orok dengan cepat menelan tubuh pria bergamis hitam tersebut sebelum ada yang sempat menolong.

​"Begitu melompat lagi, hanya terlihat tangannya saja dari kejauhan lalu hilang tenggelam," tambah Dadi menggambarkan detik-detik kejadian.

​Kawasan aliran sungai di titik tersebut memang dikenal memiliki karakteristik yang cukup berbahaya bagi orang yang tidak terbiasa atau tidak mahir berenang.

​"Kondisi sungai di titik kejadian lumayan dalam dan berarus sangat keras," jelas Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK), Dedi S.

​Pihak berwenang menduga bahwa korban nekat melompat murni karena terdesak, tanpa mempertimbangkan kemampuannya bertahan di dalam air yang berarus pusar.

​"Kemungkinan besar pelaku ini panik dan memang tidak bisa berenang," tutur Dedi.

​Sesaat setelah kejadian, tim gabungan yang tiba tidak bisa serta merta langsung terjun menyelam. Mereka harus memperhitungkan keselamatan tim penolong mengingat arus yang deras.

​"Untuk proses pencarian di air, kami harus menunggu arahan serta SOP penanganan lebih lanjut," terangnya.

​Pencarian kemudian dilakukan secara intensif dengan melibatkan berbagai unsur SAR dan menggunakan alat pemindai bawah air, Aqua Eye, untuk mendeteksi keberadaan jasad di dasar sungai.

​"Proses penyelaman kemudian dilakukan secara hati-hati pada titik yang dicurigai oleh tim gabungan," kata Suryo Adianto.

​Setelah upaya maksimal dari para penyelam, jasad korban yang berada kurang lebih 5 meter dari lokasi kejadian awal akhirnya berhasil diangkat ke daratan pada Kamis pagi sekitar pukul 09.45 WIB.

​"Jenazah selanjutnya langsung dibawa menuju RSUD Sekarwangi untuk proses pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut," katanya menutup.