Sukses

Jadwal Imsak Hari Ini Rabu 28 April 2021 di Kota Besar, Ketahui Bahaya Tidur Setelah Sahur

Liputan6.com, Jakarta Tak terasa Ramadan telah menginjak hari ke 15, jangan sampai melewatkan sahur agar puasa kita selama lebih dari 12 jam dapat berjalan lancar meski banyak aktivitas diluar ruangan. Mengetahui jadwal imsak hari ini Rabu, 28 April 2021 sangat penting.

Pasalnya, jadwal imsak hari ini Rabu, 28 April 2021 berbeda di kota-kota besar Indonesia. Perbedaan pada jadwal imsak di kota besar mengharuskan Anda untuk teliti dalam mencermati waktu imsak. Jangan sampai puasa Anda menjadi batal atau tidak sah hanya karena imsak di waktu yang tidak seharusnya. 

Selain waktu imsak, umat Islam juga mesti memperhatikan waktu Subuh, penanda sesungguhnya umat muslim tidak boleh melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Maka dari itu, Anda harus cermat lagi untuk melihat jadwal puasa khususnya Imsakiyah Ramadan di kota Anda.

Berikut jadwal imsak hari ini Rabu 28 April 2021 dan ketahui pula bahaya tidur setelah menyantap makanan sahur yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa (27/4/2021).

2 dari 3 halaman

Jadwal Imsak Hari ini Rabu 28 April 2021 di Kota Besar Indonesia

Berikut ini jadwal imsak hari ini Rabu 28 April 2021 di beberapa kota besar Indonesia, yaitu.

Jakarta : 04.26 WIB

Bandung : 04.23 WIB

Surabaya : 04.03 WIB

Yogyakarta : 04.13 WIB

Banda Aceh : 05.00 WIB

Medan : 04.48 WIB

Padang : 04.47 WIB

Palembang : 04.31 WIB

Semarang : 04.12 WIB

Malang : 04.04 WIB

Pontianak : 04.10 WIB

Banjarmasin : 04.52 WITA

Denpasar : 04.55 WITA

Makassar : 04.35 WITA

Palu : 04.29 WITA

Kupang : 04.23 WIT

Ambon : 04.59 WIT

Jayapura : 04.07 WIT

3 dari 3 halaman

Dampak Tidur Setelah Sahur bagi Kesehatan Tubuh

Berikut ini ada beberapa dampak buruk tidur setelah menyantap makanan sahur yang bisa membahayakan kesehatan, diantaranya.

1. Refluks

Refluks asam atau istilah medisnya Gastro-esophageal Reflux Disease (GERD) terjadi karena katup antara lambung dan kerongkongan tidak menutup sepenuhnya. Ini biasanya disebabkan oleh pengaruh gravitasi yaitu perubahan posisi menjadi telentang.

Posisi telentang atau miring dapat menyebabkan makanan yang belum sepenuhnya dicerna di lambung mudah naik ke kerongkongan. Apalagi jika usai makan berat, Anda akan bangun dengan perut kembung.

Tidur setelah makan sahur dapat memicu GERD karena tubuh tidak dalam posisi tegak--posisi ideal untuk mencerna makanan. Jika kebiasaan tersebut dibiarkan dalam jangka waktu lama, bisa memicu asam lambung.

Panas di dada, tenggorokan panas, mual, bersendawa, dan mulut pahit adalah gejala yang menunjukkan refluks. Tentunya ini akan membuat rasa tak nyaman ketika berpuasa. GERD dapat dicegah dengan menunggu makanan hingga tuntas tercerna setidaknya tiga jam sebelum tidur.

2. Menurunkan kualitas tidur

Kebiasaan langsung tidur setelah sahur, terutama makan makanan berlemak dapat menurunkan kualitas tidur. Saat kenyang, Anda mungkin akan terasa mengantuk, tetapi akan muncul perasaan gelisah sehingga membuat mudah terbangun saat tidur.

Makanan tinggi lemak seperti goreng-gorengan atau olahan daging (processed food) butuh waktu yang lebih lama untuk dicerna, sehingga berilah jeda waktu agar makanan tercerna agar tidur Anda lebih nyenyak.

3. Menaikkan berat badan

Sudah jadi rahasia umum bahwa dampak dari kebiasaan langsung tidur usai makan membuat berat badan melonjak naik. Tak heran, ketika Ramadan banyak orang bukan bertambah kurus tapi justru sebaliknya.Hal ini disebabkan Anda mengonsumsi lebih banyak kalori ketimbang yang dibakar. Kurangnya aktivitas fisik saat berpuasa dan langsung pergi tidur usai makan membuat tubuh menimbun lemak karena Anda tidak memberikan kesempatan untuk membakar kalori yang masuk.Terlebih seseorang dengan riwayat keluarga dengan badan obesitas dan punya kebiasaan tidur setelah makan akan berkali-kali lipat berisiko mengalami kelebihan berat badan.Efek peningkatan hormon grehlin adalah munculnya rasa lapar ketika bangun. Jika Anda menerapkan hal ini saat puasa, tentu berat badan akan berangsur-angsur naik dan sulit turun.

4. Peningkatan asam lambung

Setiap kali kita makan dan makanan melewati tenggorokan, tahapan selanjutnya adalah makanan masuk ke dalam esofagus yang berfungsi melumat serta mengantarkan makanan ke lambung.

Ketika sampai di lambung, konsistensi makanan sudah menjadi halus menyerupai cairan atau pasta. Jika proses cerna tak sempurna, makanan yang masih kasar dalam lambung dapat mengiritasi dinding lambung dan memicu asam lambung.

Gejala yang dirasa saat asam lambung yakni nyeri di sekitar lambung atau perut kiri atas. Bisa juga terasa sensasi panas di dada. Bagi yang mudah mulas dan sakit perut, sebaiknya hindari kebiasaan tidur selepas makan.

5. Sakit tenggorokan

Langsung tidur setelah sahur juga dapat menyebabkan sakit tenggorokan. Sensasi panas tak cuma dirasakan di dada saja tetapi juga di daerah tenggorokan. Ini disebabkan oleh efek lanjutan refluks asam atau GERD. Ketika tubuh berbaring dengan perut penuh, katup antara lambung dan kerongkongan tidak menutup sepenuhnya membuat asam lambung mudah naik ke tenggorokan dan menimbulkan sensasi terbakar pada tenggorokan. Jika kondisi itu dibiarkan memperburuk akan menyebabkan peradangan.

6. Sembelit

Biasanya, pengosongan lambung manusia membutuhkan waktu sekitar dua sampai tiga jam setelah makan. Dengan posisi berbaring atau tiduran dapat menghambat proses pengosongan lambung.

Jika ini terus terjadi bisa memicu sembelit atau kesulitan buang air besar. Untuk mencegahnya, hindari makanan yang tinggi lemak, gula, dan kafein dalam menu sahur. Perbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran agar proses pencernaan menjadi lebih lancar.

7. Serangan jantung

Kebiasaan langsung tidur setelah makan ternyata punya dampak yang sama buruknya dengan meluapkan emosi yang meledak-ledak. Menurut beberapa penelitian, orang yang makan berat dan langsung tidur kurang dari dua jam saja 2,8 kali lebih mungkin mengalami peningkatan tekanan darah sepanjang malam.

Apabila tekanan darah tidak kunjung turun dan terus-menerus terjadi dalam waktu yang lama, akan meningkatkan risiko terserang penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung koroner, serangan jantung, stroke, dan penyakit kronis lainnya.