Sukses

Begini Penjelasan Ma'ruf Amin Soal Tenaga Asing di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Cawapres 02 Sandiaga Uno mempermasalahkan soal kehadiran tenaga asing di Indonesia. Namun, Ma'ruf Amin menjelaskan, pemerintahan Jokowi konsisten menegakkan aturan yang mengatur batasan soal penerimaan tenaga asing di Tanah Air.

Menurut dia, tenaga asing di Indonesia hanya bekerja di bidang-bidang tertentu sesuai aturan yang ada.

"Tenaga asing hanya dibolehkan di bidang-bidang yang memang tidak ada tenaga di dalam negeri dalam rangka transfer knowledge of technology," kata Ma'ruf Amin ketika menjawab Sandiaga Uno dalam debat cawapres, Jakarta, Minggu (17/3/2019).

Selain itu, Ma'ruf Amin kembali menjelaskan sistem jaminan nasional bagi mereka yang miskin. Dia bersama Jokowi akan memberikan bantuan sosial. Sistem ini akan dijabarkan dalam Kartu Sembako Murah dan Kartu Pra-Kerja.

"Bagi yang telah memperoleh pelatihan, mereka bisa magang sampai kerja. Mereka akan memberikan tunjangan 6 bulan sampai satu tahun sampai mereka memperoleh pekerjaan," ujar Ma'ruf Amin.

 

2 dari 3 halaman

Debat Cawapres

Debat ketiga Pilpres 2019 di gelar di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019). Debat kali ini hanya menampilkan calon wakil presiden (cawapres), Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno.

Pada debat Cawapres ini, tema yang diangkat soal Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Sosial, dan Kebudayaan. Tak seperti dua debat sebelumnya, pada debat cawapres akan ada beberapa perbedaan.

Hal ini memang sengaja dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memperbaiki kekurangan pada debat-debat sebelumnya. Salah satunya adalah pembentukan Komite Damai yang baru muncul pada debat ketiga Pilpres 2019 nanti.

Selain itu, format debat juga berubah dan jumlah penonton yang hadir akan berkurang.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Eksepsi Ditolak, Sidang Ratna Sarumpaet Berlanjut
Loading
Artikel Selanjutnya
Ma'ruf Amin: TKA di Indonesia Terkendali, di Bawah 0,01 Persen
Artikel Selanjutnya
Curhat Kocak Warganet Warnai Debat Cawapres 2019