Sukses

6 Fakta Penting Jelang Debat Capres Episode Kedua

Liputan6.com, Jakarta - Debat capres akan kembali diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Debat kedua antarcapres ini mengusung tema energi, lingkungan hidup, infrastruktur, pangan, dan sumber daya alam, acara debat kali ini rencananya berlokasi di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu 17 Februari 2019.

Begitu banyak harapan yang disampaikan publik kepada KPU agar dalam debat capres nanti program serta visi misi kedua kandidat lebih menarik.

"Tuntutan publik cukup besar kepada kami untuk membuat debat kedua lebih menarik dan lebih substansial dan debat ini mampu mengirimkan pesan apa program, visi misi dari masing-masing pasangan calon," jelas Ketua KPU Arif Budiman di Hotel Sari Pacific, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu, 9 Februari 2019.

Publik pun juga berharap kedua capres, baik Jokowi dan Prabowo Subianto lebih agresif saat mengemukakan gagasan untuk Indonesia lima tahun ke depan agar menjadi acuanbagi pemilih untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 17 April 2019.

Selain harapan publik pada kedua kandidat, persiapan KPU sebagai pihak penyelenggara juga tak kalah bikin masyarakat penasaran. Misalnya, seperti apa nantinya materi pertanyaan yang akan diajukan.

Berikut ini sejumlah fakta penting yang mewarnai persiapan debat capres putaran ke-2 yang akan segera dilaksanakan pada Minggu, 17 April 2019: 

2 dari 8 halaman

1. Interaksi Antarkandidat Diperbanyak

Dalam debat kedua antarcapres ini dibagi dalam enam segmen. Pertama berupa penyampaian visi-misi, segmen kedua dan ketiga berupa pertanyaan dari tim panelis.

Segmen keempat berupa debat eksploratif dengan pemantik diskusi berupa tayangan video singkat yang disiapkan tim panelis. Segmen kelima, kedua capres saling mengajukan pertanyaan bebas dan segmen keenam pernyataan penutup.

Dari enam segmen tersebut, di segmen kedua hingga lima, KPU akan memperbanyak interaksi antarkandidat.

"Di segmen dua sampai lima semuanya dalam bentuk dialog. Jadi sangat dimungkinkan masing-masing capres bertanya kepada capres lain," ujar Komisioner KPU RI Pramono Ubaid Tanthowi di Jakarta, Senin (11/2/2019).

Setiap pertanyaan yang diajukan saat interaksi tetap harus mengacu pada tema debat kedua yaitu isu energi, pangan, infrastruktur, sumberdaya alam dan lingkungan hidup.

3 dari 8 halaman

2. Satu Panelis Mundur

Dari delapan panelis yang menyusun pertanyaan debat, satu panelis dikabarkan mengundurkan diri. Dia adalah Pakar Hukum Lingkungan Universitas Airlangga Suparto Wijoyo.

"Kan sudah terwakili semua, jadi dari tema pangan, infrastruktur, energi, lingkungan hidup dan sumber daya alam itu sudah terwakili di tujuh panelis itu, jadi KPU tidak perlu menambah panelis lagi," kata Arief usai menyaksikan penandatangan pakta integritas oleh moderator dan panelis di Jakarta, Sabtu 9 Februari 2019 seperti dilansir Antara.

Ketujuh panelis tersebut adalah Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana, Rektor IPB Dr Arif Satria, Direktur Eksekutif Walhi Nur Hidayati, ahli pertambangan ITB Prof Irwandy Arif dan pakar energi Ahmad Agustiawan.

Selanjutnya, Pakar Lingkungan Undip Sudharto P Hadi serta Sekretaris Jenderal Konsorsium Pengembangan Agraria Dewi Kartika.

4 dari 8 halaman

3. KPU Rahasiakan Pertanyaan Debat

Seiring tuntutan yang sangat besar dari masyarakat agar debat kedua capres kedua lebih menarik, KPU tidak membocorkan pertanyaan debat yang akan diajukaj pada pasangan capres pada 17 Februari nanti.

"Berbeda dengan yang pertama, maka di debat yang kedua kami dituntut untuk merahasiakan semua pertanyaan yang akan diajukan kepada pasangan calon Presiden," kata Arief.

Dia mengatakan, permintaan itu dipenuhi KPU agar masyarakat benar-benar mengetahui kualitas serta visi dan misi calon orang nomor satu di negara ini melalui debat.

Selain itu, model pertanyaan juga akan dibuat berbeda dengan tujuan agar masyarakat lebih mengetahui konsep yang dimiliki dari masing-masing paslon.

 

5 dari 8 halaman

4. Target Persiapan Debat Capres 15 Februari

Sebelum pelaksanaan debat capres digelar, ketujuh panelis diharapkan segera merampungkan berbagai persiapan dua hari sebelum debat. Salah satunya merumuskan pertanyaan yang berkaitan dengan empat tema debat.

Dari empat tema debat itu, masing-masing anggota bekerja mandiri mengelaborasi ke dalam bentuk pertanyaan dengan keahlian masing-masing. Kemudian didiskusikan secara kelompok.

"Kita pertajam sore ini sebagaimana Pak Ketua (KPU) sampaikan di dalam debat kedua segmen 4 adalah video. Jadi siang ini kita menginventarisasi terkait empat tema itu kita tayangkan dengan narasi pertanyaan," kata Sudarto usai penandatanganan pakta integritas di Hotel Sari Pacific, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu, 9 Februari 2019.

Semua persiapan tersebut ditargetkan harus rampung pada Jumat sore pekan depan, 15 Februari 2019.

6 dari 8 halaman

5. Ramu Pertanyaan yang Tak Normatif

Berkaca pada debat putaran pertama yang diikuti kedua pasang calon, tak sedikit publik yang memberi masukkan dan kritikan. Oleh sebab itu, Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) yang juga sebagai panelis debat kedua pilpres, Joni Hermana mengatakan, pihaknya akan menyusun pertanyaan- pertanyaan yang berbeda format dengan debat pertama pilpres.

"Kita berusaha untuk memberi pertanyaan-pertanyaan yang lebih tidak normatif. Jadi, dalam hal ini kita juga menginginkan agar tidak ada jawaban yang sama dari keduanya, normatif," kata Joni, Jumat, 8 Februari 2019.

Selain itu, model pertanyaan juga dibuat berbeda. Dengan tujuan agar masyarakat lebih mengetahui konsep yang dimiliki dari masing-masing paslon.

"Sehingga memberi gambaran kepada audience dan masyarakat sejauh mana kemampuan dan konsep yang ingin mereka kembangkan secara baik. Jadi intinya sebetulnya seperti itu," ujar Joni.

7 dari 8 halaman

6. KPU Siapkan 5 Video

Mengingat ada lima tema yang diusung pada debat capres ke-2 nanti, rencananya KPU akan menayangkan film pendek yang mewakili masing-masing tema.

"Mekanisme penayangan adalah Ketua KPU mengambil undian untuk salah satu tema ditayangkan dan nanti ditanggapi oleh Paslon.Karena kalau lima-limanya ditayangkan, enggak cukup," ungkap Komisioner KPU Wahyu Setiawan di Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Kamis, 7 Februari 2019.

Film singkat itu berdurasi 30-60 detik. Nantinya paslon diminta merespons video itu.

"Nanti kita akan putar film tema yang sedang terjadi. Jadi nanti ada infrastruktur, energi, pangan, SDA, lingkungan, kita ambil satu film acak. Masing-masing pihak (capres) dikasih waktu untuk menanggapi, kemudian saling menanggapi respons yang sudah diberikan," ujar ada Ketua KPU Arief Budiman di Gedung KPU, Rabu 6 Februari 2019.

8 dari 8 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Ratusan Santri Demo Fadli Zon di Bogor

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
9 Caleg Potensial Lolos ke DPR dari Dapil Jakarta Versi Charta Politika
Artikel Selanjutnya
Survei Charta Politika: PDIP dan Gerindra Kuasai Jakarta pada Pemilu 2019