Sukses

Relawan Membeludak, Begini Strategi Timses Jokowi-Ma'ruf Mengelolanya

Liputan6.com, Jakarta - Jumlah relawan pendukung pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin semakin besar. 500 kelompok relawan sudah terdaftar. Namun, di luar itu masih banyak relawan yang belum terdata secara resmi.

Wakil Ketua Tim Koalisi Indonesia Kerja, Arsul Sani menuturkan banyak kelompok relawan lokal di tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa.

"Ini tentu membuat kami di TKN juga harus memperbaiki koordinasinya, kemudian juga memperbaiki juga koordinasi kami dengan tim-tim pendukung pak Jokowi-Amin di luar TKN," kata Arsul di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (9/10/2018).

Hal itu menjadi pembahasan rapat Tim Kampanye Nasional. Tim kampanye nasional bakal melakukan konsolidasi dengan relawan di luar Direktorat Relawan dalam pekan ini.

"TKN melakukan pertemuan dengan tim lain yang merupakan tim pendukung yang dalam struktur tidak di bawah kendali TKN," jelas Arsul.

Konsolidasi ini bertujuan agar kegiatan relawan Jokowi-Ma'ruf di daerah tidak tumpang tindih. Ia mencontohkan soal sepele terkait pembagian kaos kampanye. Konsolidasi akan mencegah logistik keluar berlebihan.

"Ini yang harus kami koordinasi kalau tidak, bisa menjadi overlapping, bisa menjadi ketidakefektifan dalam kegiatan," tutur Arsul.

* Update Terkini Asian Para Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru di Sini.

 

 

2 dari 2 halaman

Tingkatkan Dukungan

Jumlah kelompok relawan besar juga menjadi alasan mengapa elektabilitas Joko Widodo dan Ma'ruf Amin tinggi dalam survei. Dalam survei SMRC terbaru, Jokowi-Ma'ruf mendapatkan elektabilitas 60,4 persen.

"Kami TKN bahagia begitu banyak relawan berbasis kedaerahan, bagi kami ini menjelaskan kenapa hasil survei elektabilitas Jokowi-Amin ada peningkatan, terakhir SMRC merilis sudah di atas 60 persen itu," ucap Arsul.

Reporter: Ahda Bayhaqi 

Saksikan video pilihan di bawah ini

Loading
Artikel Selanjutnya
Grace Natalie: Jokowi Akan Pilih Anak Muda Jadi Menteri
Artikel Selanjutnya
Jokowi dan Deputi PM Malaysia Bahas Masalah TKI hingga Kelapa Sawit