Sukses

Krisis Kemanusiaan di Gaza Capai Titik Kritis

Krisis kemanusiaan di Gaza per Mei 2026 mencapai titik kritis. Perserikatan Bangsa Bangsa, pada Rabu (6/5/2026), memperingatkan bahwa kelaparan masih meluas di seluruh wilayah Gaza. Jutaan orang di Gaza kesulitan mengakses makanan yang cukup meskipun upaya kemanusiaan terus dilakukan. Mengutip data dari Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), Juru Bicara PBB Stephane Dujarric, menyatakan ada sekitar 2,1 juta orang di Gaza kini terkurung di kurang dari setengah wilayahnya. Situasi ini membatasi akses ke lahan pertanian, pasokan makanan, dan layanan penting. Rusak atau hancurnya sekitar 90 persen infrastruktur air dan sanitasi di Gaza juga menjadi penanda situasi krisis kemanusiaan yang ekstrem. Warga Gaza, termasuk anak-anak, terpaksa mengantre pasokan air dari truk tangki, dengan rata-rata konsumsi harian jauh di bawah standar minimum. Ribuan keluarga pengungsi masih bertahan hidup di tenda-tenda darurat yang rusak dan tidak layak huni, di tengah kondisi kemanusiaan yang terus memburuk akibat konflik berkepanjangan. Timbunan sampah memicu ledakan populasi tikus dan serangga, yang meningkatkan risiko penyakit seperti leptospirosis dan insiden gigitan tikus pada anak-anak.
Editor:
Helmi Fithriansyah
Photographer:
Liputan6.com

Foto Terkini