Sukses

Kekurangan Air Bersih di Gaza Masih Berlanjut

Warga Palestina di Jalur Gaza masih menghadapi kekurangan pasokan air bersih. Hal ini diungkap Badan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (9/2/2026). Sementara, kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan bahwa para mitranya di sektor air, kebersihan, dan sanitasi melaporkan masih terjadinya kekurangan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga, bahkan setelah jalur pasokan Mekorot dari Israel dibuka kembali. Lebih lanjut pihak OCHA mengatakan, untuk mengatasi kekurangan ini, kami bersama para mitra telah meningkatkan produksi air dan menyalurkan pengiriman melalui truk dari sumur-sumur air tanah dan instalasi desalinasi sektor swasta. Hingga Februari 2026, krisis air bersih di Gaza telah mencapai titik yang sangat kritis, dengan ketersediaan air yang anjlok drastis akibat kerusakan masif pada infrastruktur vital. Sekitar 67% fasilitas air dan sanitasi di kota Gaza dilaporkan hancur atau rusak akibat konflik berkepanjangan antara Israel dan Hamas. Kondisi ini memaksa jutaan warga Palestina di Gaza mengantre berjam-jam setiap kali truk bantuan air bersih datang, dengan jatah yang terkadang hanya tersedia seminggu sekali.
Editor:
Helmi Fithriansyah
Photographer:
Liputan6.com

Foto Terkini