Sukses

Setelah 2 Tahun, Perbatasan Rafah Dibuka Terbatas

Perbatasan Rafah antara Gaza dengan Mesir kembali disibukkan dengan aktivitas. Pada Minggu (1/2/2026), militer Israel mengatakan pihaknya mulai membuka kembali perbatasan Rafah antara Gaza dan Mesir, namun hanya dalam kapasitas terbatas. Pembukaan kembali ini merupakan langkah penting dari perjanjian gencatan senjata yang ditengahi Amerika Serikat tahun lalu yang telah memasuki fase kedua. Tahap kedua dari perjanjian gencatan senjata menyerukan pembentukan komite Palestina baru untuk memerintah Gaza. Selain itu, tahap kedua perjanjian gencatan senjata juga menyerukan pengerahan pasukan keamanan internasional, melucuti senjata Hamas, dan mengambil langkah-langkah untuk mulai membangun kembali Gaza. Sebagaimana diketahui, penyeberangan Rafah merupakan gerbang vital bagi warga sipil dan bantuan kemanusiaan. Sebelum Israel melancarkan perang di Gaza, Rafah merupakan jalur penyeberangan utama orang-orang yang keluar masuk wilayah Palestina. Meski Gaza memiliki empat jalur penyeberangan lainnya, jalur-jalur tersebut digunakan bersama oleh Israel, yang terus menerapkan pembatasan ketat terhadap pengiriman bantuan penting. Perbatasan Rafah ditutup sejak pasukan Israel menguasainya pada Mei 2024.
Editor:
Helmi Fithriansyah
Photographer:
Liputan6.com

Foto Terkini