Sukses

Tanpa Pendidikan, Anak-anak di Gaza Terancam Jadi Generasi yang Hilang

Sebuah penelitian terbaru yang dipimpin oleh Universitas Cambridge dan dirilis pada awal Januari 2026 memperingatkan adanya risiko serius munculnya "generasi yang hilang" di Gaza. Risiko ini dampak fisik dan psikologis serta penghancuran sekolah yang disebabkan perang selama lebih dari dua tahun. Penelitian tersebut juga menyoroti bahwa anak-anak di Gaza saat ini berada dalam kondisi terlalu lapar, trauma, dan kelelahan untuk dapat belajar atau bermain, yang mengancam masa depan mereka secara permanen. Sementara itu, pada konferensi pers tengah pekan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di Jenewa, Juru bicara UNICEF, James Elder, mengatakan bahwa hampir dua setengah tahun serangan Israel terhadap pendidikan di Gaza telah menempatkan seluruh generasi anak-anak dalam bahaya besar. James Elder menyebut situasi ini bukan sekadar kehancuran fisik, melainkan sebuah serangan terhadap masa depan yang telah menghapus kemajuan pendidikan selama bertahun-tahun. Untuk diketahui, hingga akhir Januari 2026, kondisi infrastruktur dan akses pendidikan di Gaza berada pada titik kritis, sekitar 90% hingga 98% bangunan sekolah mengalami kerusakan mulai dari tingkat parsial hingga hancur total. Sebanyak 60% anak usia sekolah saat ini tidak menerima pendidikan tatap muka. Dan, lebih dari 700.000 anak kehilangan akses ke pendidikan formal selama hampir dua tahun terakhir.
Editor:
Helmi Fithriansyah
Photographer:
Liputan6.com

Foto Terkini