Sukses

Tali Sling, Urat Nadi Warga Ketol Aceh Tengah Melawan Keterisolasian

Lebih dari satu bulan setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda sejumlah desa di Kecamatan Ketol, Aceh Tengah. Hingga awal Januari 2026, warga Kecamatan Ketol di Aceh Tengah belum bisa menikmati akses jalan yang layak. Terputusnya akses jalan dan jembatan membuat warga Kecamatan Ketol bertahan hidup menghadapi keterisolasian dengan menggunakan tali sling untuk melintasi sungai demi menjalani aktivitas sehari-hari. Tali sling menjadi satu-satunya penghubung antar desa yang terpisah oleh sungai berarus deras. Keberadaan tali sling kini menjadi bagian penting dari kehidupan warga Kecamatan Ketol. Meski berbahaya, tali sling menjadi satu-satunya cara agar mobilitas warga Aceh Tengah tetap berjalan. Selain untuk menyeberang, tali sling juga dipakai mengangkut hasil panen seperti durian, cabai, kopi, hingga beras menuju pasar. Keberadaan tali sling menjadi urat nadi bagi sejumlah desa di Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, di antaranya Desa Kekuyang, Burlah, Bintang Pepara, dan Buge Ara. Tanpa tali sling, aktivitas ekonomi dan kebutuhan harian warga Ketol, Aceh Tengah, praktis terhenti.
Editor:
Helmi Fithriansyah
Photographer:
Liputan6.com

Foto Terkini