Sukses

Rakit Tali, Akses Darurat Warga Bireuen Aceh Seberangi Sungai Peusangan

Sebulan lebih pasca terjangan banjir bandang, warga di sekitar Sungai Peusangan Bireuen Aceh masih menggunakan metode penyeberangan darurat. Untuk menyeberangi Sungai Peusangan Bireuen Aceh, warga terpaksa menggunakan rakit kayu sederhana yang ditarik dengan tali atau kabel baja (seling). Tidak ada pilihan lain, mengingat kondisi sejumlah jembatan permanen masih putus akibat terjangan banjir bandang pada akhir November 2025 lalu. Rakit tali tersebut tak hanya mengangkut orang dewasa, tetapi juga sepeda motor. Derasnya air Sungai Peusangan yang menghantam dapat membuat rakit tali berguncang dan rawan kehilangan keseimbangan. Rakit tali darurat tersebut menjadi alat penghubung utama bagi warga yang berada di dua sisi sungai untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, serta keperluan sehari-hari. Sementara itu, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh sudah memproyeksikan pembangunan kembali jembatan permanen di wilayah terdampak Sungai Peusangan dimulai pada tahun 2026. Dan, TNI AD, mulai Januari 2026, menargetkan pembangunan sekitar 50 jembatan darurat (Bailey), di Aceh dan wilayah lain yang terdampak, untuk menggantikan penyeberangan tali yang berisiko tinggi.
Editor:
Helmi Fithriansyah
Photographer:
Liputan6.com

Foto Terkini