Sukses

Lumpur Sisa Banjir dan Gelondongan Kayu Masih Tutupi Pesantren Darul Mukhlisin Aceh Tamiang

Pemandangan memprihatinkan terlihat di Pondok Pesantren Darul Mukhlisin, Aceh Tamiang, Minggu (14/12/2025). Di kompleks pesantren tersebut, kayu gelondongan berukuran besar masih menumpuk. Bahkan, ketinggian tumpukan kayu gelondongan tersebut setara bangunan dua lantai atau setinggi kurang lebih 10 meter. Sementara, area belakang pesantren yang sebelum bencana banjir bandang adalah kawasan asrama santri putra dengan kolam-kolam untuk ternak ikan dan perkebunan, kini dipenuhi potongan kayu besar. Di antara tumpukan pohon tersebut, terdapat bangunan masjid dengan kubah berwarna hijau yang masih kokoh berdiri. Ruang-ruang belajar serta pondokan tempat para santri menginap masih utuh, meski terkubur lumpur dan tumpukan kayu di bagian lantai satu. Jejak bekas lumpur dan air banjir pun masih terlihat di dinding dekat atap lantai dua bangunan. Akses menuju bangunan dan asrama hanya bisa dilalui dengan memanjat tumpukan kayu. Memasuki pekan ketiga pasca banjir bandang, belum ada bantuan alat berat untuk mengevakuasi tumpukan kayu tersebut. Saat ini, pengurus Pondok Pesantren Darul Mukhlisin masih berupaya memulihkan kondisi pasca banjir secara perlahan. Mereka meminta perhatian dan bantuan nyata dari pemerintah untuk menangani tumpukan kayu tersebut.
Editor:
Helmi Fithriansyah
Photographer:
Liputan6.com

Foto Terkini