Sukses

Di Aceh Tamiang, Masih Banyak Rumah Tertimbun Kayu Gelondongan dan Material Lumpur Sisa Banjir Bandang Sumatera

Banjir bandang dan longsor yang menerjang Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terjadi pada 25 November 2025 lalu mengakibatkan kerusakan parah pada sejumlah wilayah, salah satunya desa Lintang Baru di Aceh Tamiang. Proses pemulihan masih terus berjalan, meski agak lama lantaran infrastruktur yang terputus dan lumpur yang tak kunjung surut. Di desa Lintang Baru, Aceh Tamiang, ada banyak rumah dan bangunan hilang tertimbun kayu gelondongan dan material lumpur yang mulai mengeras. Warga pun masih kekurangan pasokan bahan pangan dan obat-obatan. Meski demikian, sebagian warga mulai membersihkan lumpur di pemukiman dan fasilitas umum yang selamat dari terjangan banjir bandang dengan menggunakan alat seadanya. Warga meminta pemerintah daerah atau pusat untuk membantu mempercepat upaya pembersihan lumpur dan kayu gelondongan yang menimpa permukiman mereka. Dalam catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana banjir dan longsor di Aceh Tamiang mengakibatkan kerusakan sebanyak 2.800 unit rumah, 127 fasilitas umum, 62 gedung atau kantor, 54 fasilitas pendidikan, 40 fasilitas kesehatan, 33 rumah ibadah, dan dua jembatan.
Editor:
Helmi Fithriansyah
Photographer:
Liputan6.com

Foto Terkini