Sukses

Menengok Kehidupan Pengungsi Palestina di Kamp Jabalia Gaza Utara Pasca Gencatan Senjata

Pemulihan permukiman penduduk di Jabalia, Jalur Gaza utara, menghadapi tantangan besar. Jabalia, wilayah yang menjadi salah satu kamp pengungsi terbesar dan terpadat di Gaza, mengalami kehancuran infrastruktur yang parah. Upaya pemulihan yang signifikan belum dapat dilakukan secara efektif di tengah situasi keamanan yang masih bergejolak. Warga masih menghadapi krisis kemanusiaan, termasuk kekurangan makanan, air, dan layanan kesehatan. Pemerintah kota Jabalia melaporkan, sekitar 90 persen peralatan operasional untuk membersihkan puing-puing dan memulihkan infrastruktur dasar telah lumpuh atau hancur. Situasi ini menghambat upaya pemulihan. Untuk diketahui, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan sekitar 92 persen dari seluruh bangunan tempat tinggal, atau kurang lebih 436.000 hunian di Gaza, termasuk Jabalia telah rusak atau hancur sejak dimulainya konflik pada Oktober 2023 lalu. Secara umum, sekitar 80 persen wilayah utara Gaza telah hancur akibat serangan Israel. Masyarakat Jabalia berharap dapat kembali ke kehidupan normal, dengan akses yang lebih baik ke fasilitas dasar dan kesempatan untuk membangun kembali kehidupan mereka.
Editor:
Helmi Fithriansyah
Photographer:
Liputan6.com

Foto Terkini