Sukses

Akses Bantuan Kemanusiaan ke Gaza Masih Sulit

Badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan pada Sabtu 22 November 2025 bahwa peningkatan bantuan untuk Gaza masih terhambat. Terhambatnya peningkatan bantuan ke Gaza disebabkan beberapa faktor di antaranya, pembatasan visa, persetujuan impor, minimnya titik penyeberangan, serta berbagai hambatan teknis dan administratif lainnya. Meski gencatan senjata telah berlangsung sejak 10 Oktober 2025 lalu, pembatasan akses yang diberlakukan, terutama oleh Israel, terus menghambat penyaluran bantuan yang efektif ke wilayah yang sangat membutuhkan. PBB juga melaporkan bahwa lebih dari 100 permintaan misi bantuan ke Gaza telah ditolak oleh Israel sejak gencatan senjata dimulai. Rencana peningkatan bantuan kemanusiaan yang terperinci telah dibuat, termasuk penyediaan makanan, air bersih, tempat tinggal, dan pasokan medis, tetapi pelaksanaannya terhambat oleh pembatasan yang ada. Sebelumnya, badan-badan kemanusiaan meyakini bahwa begitu hambatan administrasi dan akses logistik dihapus, mereka sebenarnya memiliki cukup material untuk menopang hampir 1,5 juta warga Palestina yang sangat membutuhkan bantuan. Penghalangan akses dan hambatan penyaluran bantuan ini jelas menghambat proses pemulihan situasi dan kondisi di Gaza. Hingga Minggu 23 November 2025, antrean warga untuk mendapatkan bantuan makanan masih terlihat di sejumlah titik pengungsian, salah satunya di Nuseirat, pusat Jalur Gaza.
Editor:
Helmi Fithriansyah
Photographer:
Liputan6.com

Foto Terkini