Sukses

Lebih dari Sejuta Anak di Gaza Butuh Bantuan Air Bersih dan Makanan

Juru bicara Dana Anak-anak (UNICEF) Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Tess Ingram, mengungkap ada lebih dari satu juta anak di Jalur Gaza masih membutuhkan air bersih dan makanan. Masih terdapat ribuan anak tidur dalam keadaan lapar setiap malam, meskipun telah ada kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Gaza yang dimulai pada 10 Oktober 2025. Selain itu, sekitar 650.000 anak perlu segera kembali bersekolah. Hal tersebut dinyatakan Tess Ingram pada Minggu 2 November 2025. Di sisi lain, PBB terus menyalurkan bantuan kemanusiaan di seluruh Gaza meski wilayah tersebut beberapa kembali diguncang serangan udara Israel. Sejak gencatan senjata mulai diberlakukan, PBB bersama mitra-mitra kemanusiaannya telah mengumpulkan lebih dari 24.000 metrik ton bantuan dari perlintasan Jalur Gaza. Melalui mekanisme pengiriman 2720 yang disahkan oleh Dewan Keamanan PBB, bantuan terus disalurkan ke Gaza. Bantuan tersebut mencakup makanan, obat-obatan, suplemen gizi, serta bahan untuk tempat tinggal. PBB menegaskan bahwa semua pihak harus menahan diri dari tindakan yang dapat membahayakan warga sipil dan pekerja kemanusiaan. PBB juga menyerukan agar semua titik perbatasan dibuka dan lebih banyak lembaga kemanusiaan diberi izin membawa bantuan ke Gaza.
Editor:
Helmi Fithriansyah
Photographer:
Liputan6.com

Foto Terkini