Sukses

Tolak Wajib Militer, Unjuk Rasa Kaum Yahudi Ultra-Ortodoks Berakhir Ricuh

Aksi unjuk rasa menolak kebijakan wajib militer di Israel pada Kamis 30 Oktober 2025 berakhir ricuh. Komunitas Yahudi Ortodoks menolak langkah pemerintah yang mewajibkan mereka untuk menjalani wajib militer. Pihak kepolisian Israel menggunakan meriam air untuk membubarkan para demonstran. Beberapa pengunjuk rasa terlihat ditangkap pihak keamanan Israel. Sebelumnya, puluhan ribu pria ultra-Ortodoks memenuhi pintu masuk ke Yerusalem dalam lautan hitam pada Kamis (30/10/2025) untuk memprotes rencana wajib militer bagi mereka. Para pria ultra-Ortodoks tersebut bernyanyi, bertepuk tangan, dan membawa spanduk bertuliskan bahwa mereka lebih memilih masuk penjara daripada harus masuk militer. Untuk menangani aksi unjuk rasa tersebut, pihak keamanan Israel menutup jalan raya utama di pintu masuk Yerusalem dan mengerahkan lebih dari 2.000 personel. Protes tersebut praktis melumpuhkan kota, dengan jalan-jalan ditutup dan transportasi umum terhenti akibat kerumunan besar itu. Untuk diketahui, pemicu utama protes pada Kamis (30/10/2025) adalah keputusan untuk membawa rancangan undang-undang wajib militer ke pembahasan di komite Knesset pada pekan depan, meskipun ada penolakan keras terhadap rancangan tersebut.
Editor:
Helmi Fithriansyah
Photographer:
Liputan6.com

Foto Terkini