Sukses

Di Balik Gemerlap Panggung Miss Great Britain 2025/26 Tersimpan Keteguhan Hati dan Semangat Perempuan Inggris

Di Inggris, terdapat satu kontes kecantikan nasional tertua yang masih dan tetap diselenggarakan setiap tahunnya sejak 1945. Ajang ini bukan sekadar kontes kecantikan, melainkan sebuah tradisi panjang yang telah menjadi bagian dari sejarah budaya Inggris selama delapan dekade. Kontes ini pertama kali diadakan pada musim panas 1945, setelah Perang Dunia II, di Morecambe, Lancashire. Awalnya, kontes ini dikenal dengan nama "Ratu Kecantikan Mandi" (Bathing Beauty Queen) dan diselenggarakan oleh Dewan Kota Morecambe bersama surat kabar Sunday Dispatch. Seiring perkembangan zaman, kontes ini berevolusi menjadi lebih dari sekadar ajang kecantikan. Miss Great Britain berubah menjadi platform yang menekankan kekuatan, kecerdasan, ambisi, integritas, dan kasih sayang perempuan modern. Fokus utama kontes juga bergeser dari hanya sekadar kecantikan fisik menjadi lebih menyoroti kampanye pribadi, kegiatan amal, dan isu-isu sosial yang diperjuangkan oleh para finalis. Menandai ke-80 kali penyelenggaraan ajang bergengsi ini, Miss Great Britain 2025 terasa istimewa dan penuh kesan. Salah satu momen paling berkesan dari malam final tahun ini adalah kemenangan Kirstie Haysman, yang dinobatkan sebagai Ms. Great Britain 2025/26. Kirstie Haysman, yang hidup dengan penyakit Lyme, infeksi bakteri yang ditularkan melalui gigitan kutu yang terinfeksi, tampil penuh percaya diri di panggung besar. Kemenangan Kirstie Haysman seolah menegaskan bahwa kecantikan sejati tak hanya terpancar dari penampilan luar, tapi juga dari keteguhan hati dan semangat pantang menyerah. Sementara, gelar Miss Great Britain 2025/2026 dimenangkan Alice Cutler, seorang pengacara yang memperjuangkan hak hukum untuk cuti berbayar saat berduka di Inggris.
Editor:
Helmi Fithriansyah
Photographer:
Liputan6.com

Foto Terkini