Sukses

Hingga Kuartal I 2025, Penjualan dan Sewa Apartemen di Jakarta Lesu

Penjualan dan penyewaan properti apartemen di Jakarta mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa agen penjualan properti mengamati data penurunan tersebut mulai tahun 2022 silam. Pada tahun 2022 tercatat permintaan hanya berjumlah 1.389 unit, tetapi tahun 2023 penjualan turun menjadi 1.375 unit. Di tahun 2024, penjualan apartemen di Jakarta anjlok yang hanya mencapai 688 unit atau turun sekitar 50% dari tahun sebelumnya. Sementara itu, hingga kuartal I 2025, penjualan apartemen strata baru 162 unit atau seperempat penjualan sepanjang 2024 lalu yang berjumlah 688 unit. Tingkat hunian apartemen sewa pun mengalami penurunan hingga 56,8 persen pada kuartal I 2025. Sejumlah faktor diduga menjadi penyebab lesunya penjualan apartemen di Jakarta. Di antaranya tingginya biaya IPL (Iuran Pengelolaan Lingkungan), ongkos perawatan yang mahal, dan juga ketidakpastian ekonomi. Sementara, penurunan okupansi apartemen sewa diduga terjadi karena penundaan keputusan perusahaan karena ketidakpastian ekonomi. Penurunan okupansi apartemen sewa juga imbas kebijakan efisiensi pemerintah khususnya pada apartemen yang mayoritas penyewanya dari sektor pemerintah.
Editor:
Helmi Fithriansyah
Photographer:
Angga Yuniar

Foto Terkini